TKN: Jokowi Sukses Akhiri Tren Negatif Pertumbuhan Ekonomi Warisan SBY

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 11 April 2019
TKN: Jokowi Sukses Akhiri Tren Negatif Pertumbuhan Ekonomi Warisan SBY

Presiden Jokowi dan SBY di Istana (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin beralasan pertumbuhan ekonomi yang masih gagal memenuhi target 7% sesuai target Pemerintah Jokowi merupakan merupakan dampak dari warisan rezim sebelumnya. Namun, Jokowi sukses membalikan tren negatif saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak 2010-2013.

"Sejak pemerintahan SBY sudah turun. Tahun 2010 sekitar 6,38 %, tahun berikutnya turun 6,17 %, tahun 2012 sekitar 6,03 %, tahun 2013 turun ke 5,58 %," kata Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong, dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis (4/11).

Infrastruktur Tol Trans Jawa yang dibangun di era Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tss)

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Jokowi memimpin di tahun 2014 tren angka pertumbuhan ekonomi Indonesia memang cenderung naik, meskipun tidak terlalu kecil, mulai dari 5,03%, 5,07%, 5,17% dan terakhir menyentuh angka 5,3%.

"Tahun 2014 Pak Jokowi dikasih angka pertumbuhan ekonomi 5,02 %. Jadi, memang cenderung turun. Tapi setelah itu, ekonomi tumbuh terus, inflasi terjaga, daya beli seimbang," ujar Usman.

Pengamat Ekonomi Universitas Kahtolik (Unika) Atma Jaya Rosdiana Sijabat mengakui kondisi ekonomi global tengah tidak stabil sehingga berpengaruh ke laju pertumbuhan ekonomi nasional. Meski masih di bawah target 7%, kata dia, Indonesia patut mendapat acungan jempol karena masih di atas Amerika Serikat yang hanya 2,9% dan Singapura cuma 3%.

"Pertumbuhan 5,2% angka yang patut disyukuri untuk perekonomian yang sedang sepi. Faktor eksternal tidak bisa 100% kita atur," kata Rosdiana dalam kesempatan yang sama.

MRT
Presiden Jokowi saat meresmikan MRT di Bundaran HI, Jakarta. (MP/Asropih)

Sementara itu, Pengamat Politik Emrus Sihombing menyoroti persoalan utang luar negeri di era Jokowi. Menurut dia, tidak ada pemerintahan di dunia yang tidak berutang, hanya sejauh mana utang digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan malah dikorupsi.

Emrus melihat Jokowi sukses mengkonversi utang luar negeri itu untuk pembangunan infrastruktur yang pada akhirnya juga mengangkat perekonomian nasional. "Pertumbuhan ekonomi sudah luar biasa 5%, karena di sisi lain ada pembangunan infrastruktur dan faktor eksternal," tutup dia. (*)

#Pertumbuhan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, berharap pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto, tegaskan pertumbuhan ekonomi.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Eddy Soeparno Harap Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 melanjutkan keberhasilan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Indonesia
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Pemprov DKI juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Bagikan