Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Ternyata Ada Hubungannya Antara Bau Badan dan Pandangan Politik!

P Suryo R - Jumat, 02 Maret 2018

PERCAYA tak percaya ternyata bau badan berhubungan dengan pandangan politik seseorang. Seseorang yang terlalu merisaukan bau badan lebih menyukai pemimpin ditaktor.

Riset yang dilakukan oleh Stockholm University menyebutkan bahwa ada hubungan antara pendukung pemimpin ditaktor, model Donald Trump dan sensitif terhadap bau badan seperti keringat atau bau pesing.

Penelitian ini dapat mengetahui kecenderungan seseorang akan pilihannya pada pemilihan umum. Para peneliti itu yakin bahwa sensitivitas terhadap bau badan itu merupakan dorongan dari dalam diri mereka sendiri. Yakni dorongan untuk menghindari diri dari kemungkinan terinfeksi oleh penyakit.

Dr Jonas Olofsson, salah satu dari peneliti mengatakan pada laman Mirror, adanya hubungan yang kuat antara seseorang yang jijik terhadap bau-bauan menyengat dan keinginan mereka untuk memilih pemimpin ditaktor. Seorang pemimpin yang melakukan gerakan radikal dan mampu menempatkan grup lainnya di tempat lain.

politik
(Foto: freegreatestpictures)

Olofsson melanjutkan grup seperti ini kemudian tidak mau melakukan hubungan dengan grup lainnya. Seolah mereka menjauhkan diri dari sumber penyakit.

Survey yang mereka lakukan terhadap para partisipan penelitian dengan menentukan rate terhadap tingkatan jijik pada bau badan. Kemudian menanyakan pandangan politikal mereka.

Dari dua hubungan itu diperoleh jawaban sesuai dengan asumsi mereka. Olofsson dalam laman Mirror mengungkapkan bahwa mereka yang tidak suka pada bau badan memiliki pandangan politikal yang cenderung memilih Donald Trump.

Ini juga sejalan dengan perkataan Trump yang tidak suka terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di sekitarnya.

Trump termasuk pada orang yang sensitif terhadap bau bada. Kerap sekali ia mengatakan jika perempuan memuakan dan imigran dikatakan menyebarkan penyakit. Hal ini sangat sesuai dengan hipotesis yang dibuat oleh para peneliti.

Pandangan potikal seperti ini cenderung seperti bawaan dalam diri mereka dan sulit untuk diubah. (psr)

Baca Artikel Asli