Ternyata Ada Hubungannya Antara Bau Badan dan Pandangan Politik!

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 02 Maret 2018
Ternyata Ada Hubungannya Antara Bau Badan dan Pandangan Politik!

(Foto: freegreatestpictures)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERCAYA tak percaya ternyata bau badan berhubungan dengan pandangan politik seseorang. Seseorang yang terlalu merisaukan bau badan lebih menyukai pemimpin ditaktor.

Riset yang dilakukan oleh Stockholm University menyebutkan bahwa ada hubungan antara pendukung pemimpin ditaktor, model Donald Trump dan sensitif terhadap bau badan seperti keringat atau bau pesing.

Penelitian ini dapat mengetahui kecenderungan seseorang akan pilihannya pada pemilihan umum. Para peneliti itu yakin bahwa sensitivitas terhadap bau badan itu merupakan dorongan dari dalam diri mereka sendiri. Yakni dorongan untuk menghindari diri dari kemungkinan terinfeksi oleh penyakit.

Dr Jonas Olofsson, salah satu dari peneliti mengatakan pada laman Mirror, adanya hubungan yang kuat antara seseorang yang jijik terhadap bau-bauan menyengat dan keinginan mereka untuk memilih pemimpin ditaktor. Seorang pemimpin yang melakukan gerakan radikal dan mampu menempatkan grup lainnya di tempat lain.

politik
(Foto: freegreatestpictures)

Olofsson melanjutkan grup seperti ini kemudian tidak mau melakukan hubungan dengan grup lainnya. Seolah mereka menjauhkan diri dari sumber penyakit.

Survey yang mereka lakukan terhadap para partisipan penelitian dengan menentukan rate terhadap tingkatan jijik pada bau badan. Kemudian menanyakan pandangan politikal mereka.

Dari dua hubungan itu diperoleh jawaban sesuai dengan asumsi mereka. Olofsson dalam laman Mirror mengungkapkan bahwa mereka yang tidak suka pada bau badan memiliki pandangan politikal yang cenderung memilih Donald Trump.

Ini juga sejalan dengan perkataan Trump yang tidak suka terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di sekitarnya.

Trump termasuk pada orang yang sensitif terhadap bau bada. Kerap sekali ia mengatakan jika perempuan memuakan dan imigran dikatakan menyebarkan penyakit. Hal ini sangat sesuai dengan hipotesis yang dibuat oleh para peneliti.

Pandangan potikal seperti ini cenderung seperti bawaan dalam diri mereka dan sulit untuk diubah. (psr)

#Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Berita Foto
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP - GPI) Khoirul Amin menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25l6/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Indonesia
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Advokat Prabu Sutisna mengimbau tokoh publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Olahraga
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Hukuman masa lalu tersebut jatuh setelah sejumlah pemain berpose menggunakan spanduk politik serupa menjelang laga persahabatan melawan Slovenia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
KPK mengungkap dugaan intervensi politik dalam kasus outsourcing di Pemkab Pekalongan. Pegawai outsourcing disebut diduga diarahkan mendukung Fadia Arafiq dalam pilkada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin santer terdengar.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Indonesia
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Ketua IM57+ Institute periode 2021-2024 ini menilai, usulan KPK tersebut memiliki dasar yang kuat, baik secara teori maupun praktik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Bagikan