MerahPutih.com - Pemerintah pusat didesak untuk segera mendistribusikan vaksin COVID-19 ke daerah-daerah yang nyaris kehabisan stok vaksin. Saat ini sudah ada kepala daerah yang mengeluh telah kehabisan stok atau persediaan vaksin, sementara permintaan warga untuk divaksin cenderung meningkat signifikan.
"Diharapkan, Pemerintah bisa ekstra cepat mendistribusikan vaksin secara merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan, ke daerah-daerah terpencil," kata Anggota DPR Ratu Ngadu Bonu Wulla di Jakarta, Senin (26/7).
Baca Juga:
Perpanjangan PPKM Level 4 Harus Jadi Momentum Genjot Vaksinasi
Anggota Komisi IX DPR khawatir jika distribusi vaksin terganggu, maka target "herd immunity" yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi akan terhambat. Sedangkan Jokowi menargetkan jika akhir Agustus 2021 pencapaian hal itu, khususnya di Pulau Jawa bisa selesai.
Ia menegaskan, saat ini, kondisi darurat dan tingkat kematian akibat COVID-19 masih tinggi, karena banyak masyarakat yang belum divaksin.
"Makanya, kita nggak boleh main-main dengan situasi pandemi saat ini, karena bisa melumpuhkan seluruh aspek kehidupan," ujar legislator dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II ini pula.
Ratu berharap, dengan mempercepat pendistribusian vaksin dan terjadinya "herd immunity", maka akan bisa membantu masyarakat bangkit kembali dan memulihkan kehidupannya, termasuk juga pembangunan bisa kembali berjalan normal.
Sejumlah daerah seperti Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan beberapa daerah lainnya mengalami kekurangan stok vaksin. Akibatnya, program percepatan vaksinasi terhadap masyarakat mengalami perlambatan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota tidak menumpuk vaksin di gudang, tetapi memaksimalkan vaksinasi COVID-19 di daerah masing-masing.
"Stok yang ada habiskan untuk vaksinasi tahap satu sesuai dengan perintah Bapak Presiden," kata Menteri Muhadjir. (Pon)
Baca Juga:
Kodim 0617 Majalengka Lakukan Vaksinasi Pada Santri