MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan mendirikan posko untuk karantina pasien COVID-19 di setiap desa/kelurahan.
Langkah ini ditempuh untuk menangani masyarakat yang terpapar COVID-19 agar bisa tertangani secara intensif di tengah penuhnya seluruh Rumah Sakit (RS) rujukan di Sidoarjo.
Wakil Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan, pemkab sudah berkomunikasi dengan seluruh camat dan stakeholder lain untuk sesegera menyiapkan ruang isolasi di setiap desa.
Baca Juga:
"Alhamdulillah mulai waktu lalu sudah koordinasi dengan para camat dan kita persiapkan fasilitas isolasi di tiap desa. Sedati sudah siap, lalu Pabean siap 22 bed, lalu Tambak Sawah sudah kita siapkan," terang Subandi saat dikonfirmasi, Jumat (16/7).
Ia melanjutkan, Pemkab Sidoarjo juga akan menambah kapasitas di tiap puskesmas termasuk tambahan stok obat.
"Kemudian kita berencana mendirikan posko di Pendopo (Kabupaten Sidoarjo) selama 24 jam. Adanya posko ini untuk layani warga yang kesulitan rumah sakit, lalu masalah bantuan, berikut meninggal dunia bisa segera teratasi agar masyarakat enggak depresi," paparnya.
Baca Juga:
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo bersama jajaran Forkopimda terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi. Sehingga, diharapkan mampu menekan penyebaran COVID-19 di Sidoarjo.
Diketahui, merujuk data dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur melalui laman www.infocovid19.jatimprov.go.id per kemarin 15 Juli 2021, tercatat ada penambahan 556 kasus positif baru dengan total kasus aktif 1.695 kasus. (Andika Eldon/Jawa Timur)
Baca Juga:
Pemprov DKI Akui Warga Miskin di Jakarta Meningkat Akibat COVID-19