Pada Pilgub Jatim mendatang, Ketua Umum DPP Partai Golkar (PG) Setya Novanto (Setnov), berharap ada perwakilan dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang memimpin Jawa Timur.
Bahkan, Partai Golkar, kata Setnov, siap mendukung dan memenangkan calon gubernur yang berasal dari kalangan NU.
"Jawa Timur ini kan kambingnya NU dan pondok pesantren. Tapi kenapa gubernurnya belum ada dari NU." kata Setnov sambil memandang Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/5).
Di hadapan ribuan kader Golkar saat pelantikan DPD Golkar Jatim tersebut, Setnov menjelaskan alasannya mendukung pemimpin dari NU. Karena ada persamaan antara NU dengan Golkar, yakni membela Pancasila dan NKRI.
Setnov pun merincikan hasil survei Indo Barometer yang menyandingkan suara antara Gus Ipul, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
"Gus Ipul 41 persen, Risma 39,8 persen dan Khofifah 13,4 persen. Itu memang posisi survei terakhir, semoga survei itu bisa dipertahankan." kata Setnov.
Sementara Gus Ipul sendiri saat dikonfirmasi merahputih.com, sejauh ini memang belum ada partai yang meminangnya. Namun, ia tetap menjalin komunikasi dengan seluruh partai.
"Kalau memang pada akhirnya tidak ada partai yang mendukung saya, ya mau atau tidak mau, harus saya iklaskan. Tapi yang jelas saya tidak akan maju sebagai indenpenden." ujar Gus Ipul.
Berita ini berdasarkan laporan tulisan dari Bud Lentera, kontributor sekaligus reporter merahputih.com yang bertugas di wilayah Medan dan sekitarnya. Untuk mengetahui berita tentang kota Medan selanjutnya, silakan simak di: Nonton Film Kartini, Gus Ipul: Perempuan Sukses Tetap Utamakan Keluarga