Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Tradisi

Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
 Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan

Perayaan Imlek identik dengan warna merah.(foto: pexels-nguy-n-ti-n-th-nh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MERAH dan Imlek menjadi dua hal tak terpisahkan. Warna merah saat perayaan Imlek sering kali dikaitkan dengan kisah legenda Nian. Namun, lebih daripada itu, warna merah membawa filosofi perlindungan dan pengharapan keburuntungan. Sebuah optimisme di tahun yang baru.

Legenda Nian yang tercatat sejak masa Tiongkok kuno mengisahkan sosok monster yang tinggal di laut. Dalam legenda Tiongkok kuno, Nian acap digambarkan sebagai sosok monster dengan gigi dan tanduk yang tajam serta bertubuh raksasa. Sebagian legenda menyebut Nian memiliki rupa seperti seekor singa dengan tubuh menyerupai anjing, lainnya menyebutnya mirip seekor gajah.

Dikisahkan, Nian menjadi momok bagi warga sebuah desa. Monster ini kerap muncul dari laut lalu memangsa penduduk desa. Namun, petaka itu berhenti setelah seorang kakek pengembara mengusir Nian dengan taktik menerangi desa dengan cahaya lampion lalu menutupi seluruh rumah di desa itu dengan warna merah. Sang pengembara bahkan mengenakan pakaian merah sambil tertawa kencang untuk menakuti Nian. Taktik itu berhasil sehingga Nian pergi jauh. Warga desa merayakan kebebasan mereka dari teror Nian dengan suka cita. Warna merah kemudian dimunculkan sebagai bagian dari perayaan Imlek.

“Beberapa referensi memang menyebutkan warna merah saat perayaan Imlek terkait dengan legenda Nian. Namun, warna merah sendiri memang punya makna filosofi tersendiri bagi orang Tionghoa,” kata akademisi dan peneliti kebudyaan Tionghoa Agni Malagina, saat dihubungi Merahputih.com, Rabu (4/2).

Baca juga:

Imlek 2026 di Jakarta Bakal Meriah, Pemprov DKI Siapkan Festival hingga Cap Go Meh


Agni mengatakan, bagi orang Tionghoa di Indonesia, Imlek tidak hanya merayakan pergantian tahun (penanggalan bulan) yang menandakan berakhirnya musim dingin menuju musim semi, tetapi juga merayakan kebersamaan, berkumpul, rekonsiliasi, dan keberagaman. Di saat perayaan inilah, warna merah nan semarak dimunculkan sebagai lambang kebahagiaan.

“Warna merah dalam kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu budaya yang paling kaya akan simbol, dengan makna-makna yang terbentuk oleh kosmologi, ritual, politik, dan kehidupan sehari-hari selama ribuan tahun. Dalam merayakan Tahun Baru Imlek, warna merah menjadi warna meriah simbol keberuntungan, kegembiraan, perlindungan,” jelasnya.

Namun, menurutnya, jika diperdalam lagi, warna merah dalam perspektif tertentu memiliki makna lainnya. Dalam kosmologi Tionghoa, warna merah bermakna api bagian dari lima elemen, energi Yang (dalam konsep Yin dan Yang), juga diasosiasikan dengan musim panas. “Dalam perspektif Keberuntungan dan perlindungan, warna merah menggambarkan perlindungan dari roh jahat, mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan, keberlanjutan daur hidup kelahiran, pernikahan, dan perayaan tahun baru,” imbuhnya.

Sebagai simbol perlindungan, kebahagiaan dan kesejahteraan, warna merah kerap dimunculkan dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Warna merah banyak digunakan dalam kuplet (puisi), lembar tulisan Fu terbalik, lentera atau lampion, kembang api, amplop merah (hongbao/angpao). “Item-item ini wajib ada saat perayaan Imlek,” imbuhnya.

Agni mengingatkan ada warna yang pantang dipakai saat merayakan Imlek, yakni warna putih. "Warna putih ini merupakan warna yang identik dengan berkabung. Untuk yang berduka," tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani

#Imlek #Budaya #Tionghoa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Indonesia
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan aspek historis lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Hadiri Gelar Budaya Lebaran Betawi di Lapangan Banteng 10-12 April 2026
Fun
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Ireland’s Eye 2026 digelar di Jakarta, menampilkan seni kontemporer Irlandia dengan tema lanskap, budaya, dan memori lintas generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Indonesia
Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang Ditargetkan Dihadiri 1 Juta Orang
Perhelatan Festival Cap Go Meh 2026 yang puncaknya berlangsung pada 3 Maret 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang Ditargetkan Dihadiri 1 Juta Orang
Indonesia
Tukar Kuda Api Indonesia-China di Imlek Festival 2577 Simbol Optimisme dan Kedekatan Kedua Negara
Prosesi pertukaran maskot Kuda Api dilakukan secara langsung antara Irene dan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar China di Jakarta, Wang Siping.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Tukar Kuda Api Indonesia-China di Imlek Festival 2577 Simbol Optimisme dan Kedekatan Kedua Negara
Indonesia
Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Sediakan Cek Kesehatan Gratis
Pertunjukan seni hingga kolaborasi lintas budaya mewarnai perhelatan Imlek Festival pertama di Indonesia yang berskala nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Sediakan Cek Kesehatan Gratis
Berita Foto
AHY Beri Penghargaan ke Deddy Corbuzier dalam Perayaan Imlek Nasional 2026
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berikan penghargaan kepada Stafsus Menhan Bidang Komunikasi dan Publik, Deddy Corbuzier saat Perayaan Imlek.
Didik Setiawan - Kamis, 19 Februari 2026
AHY Beri Penghargaan ke Deddy Corbuzier dalam Perayaan Imlek Nasional 2026
Berita Foto
Perputaran Ekonomi Jakarta saat Tahun Baru Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun
Anak-anak bermain dekat instalasi Kuda Api Imlek 2026 di Pusat Perbelanjaan di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 18 Februari 2026
Perputaran Ekonomi Jakarta saat Tahun Baru Imlek 2026 Tembus Rp9 Triliun
Indonesia
Selama Libur Panjang Imlek, Hampir 60 Ribu Orang Padati Taman Margasatwa Ragunan
Wahyudi memprediksi atmosfer kebun binatang akan berubah drastis menjadi lebih tenang dalam waktu dekat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Selama Libur Panjang Imlek, Hampir 60 Ribu Orang Padati Taman Margasatwa Ragunan
Indonesia
Cuan Muter di Jakarta Pas Imlek Rp 9 Triliun, Target Bang Doel Selama Ramadan-Lebaran Rp 20 T
Wagub Rano optimistis saat Ramadan hingga Idul Fitri, perputaran ekonomi di Jakarta tembus lebih Rp 20 triliun. Apalagi, masih ada libur hari raya Nyepi.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Februari 2026
Cuan Muter di Jakarta Pas Imlek Rp 9 Triliun, Target Bang Doel Selama Ramadan-Lebaran Rp 20 T
Bagikan