Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Senin (8/6) Pagi Rupiah Dibuka Tembus Rp 18.107, IHSG Ikut Tertekan Anjlok 222 Poin

Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026

MerahPutih.comNilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (8/6) pagi dibuka melemah 71 poin atau 0,39 persen ke level Rp 18.107 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 18.036.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung penguatan dolar AS dan menekan rupiah,” katanya, dalam keterangan kepada media, Senin (8/6).

Baca juga:

DPR Soroti IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Investor Mulai Khawatir?

IHSG Ikut Tertekan

Pelemahan rupiah berdampak langsung pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31, lalu terus tertekan hingga anjlok 222,29 poin atau 3,99 persen ke level 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyarankan investor untuk menahan diri sambil melihat perkembangan terbaru pasar.

“Kiwoom Research masih menyarankan untuk kembali perbanyak wait and see sebelum ambil posisi beli/average down,” Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata

Dari mancanegara, pasar kini bergeser dari harapan pemangkasan suku bunga menuju risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, bahkan membuka peluang kenaikan tambahan.

Baca juga:

Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI

Data Nonfarm Payrolls AS Mei 2026 menunjukkan penambahan 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85.000, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,3 persen. Data kuat ini justru memperkuat keyakinan inflasi bertahan lebih lama.

“Sehingga, membuat Chairman The Fed Kevin Warsh berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini,” ujar Liza, dilansir Antara.

Faktor Geopolitik Timur Tengah

Oasar juga menyoroti perkembangan geopolitik. Fokus utama pekan ini adalah negosiasi AS dengan Iran serta respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David.

“Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga,” Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata.

(*)

Baca Artikel Asli