Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Semalam Menginap di Bali, Presiden Prabowo Bertolak Tinjau Korban Gempa NTT Hari Ini

Wisnu Cipto - 1 jam, 55 menit lalu

MerahPutih.com - Setelah semalam menginap di Bali, hari ini Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa bumi dahsyat magnitudo 7,4 yang terjadi Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

Baca juga:

Presiden Prabowo Instruksikan Pengiriman 253 Ton Logistik ke Lokasi Gempa Flores, NTT

Selasa (25/8) sore kemarin, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Jembrana, Bali untuk meresmikan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp tahap pertama.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Kepada media, Rabu (26/8), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang mengikuti rangkaian kunjungan kerja Presiden di Bali dan NTT, menjelaskan Prabowo akan melihat langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga berjalan baik.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,

Mensesneg Prasetyo, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu pagi.

Perhatian Presiden Prabowo Sejak Hari Pertama Gempa NTT

Menurut dia, Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana, langsung memerintahkan penyaluran bantuan dilaksanakan cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak.

Juru Bicara Presiden itu menjabarkan sejak 15-24 Agustus telah disalurkan bantuan sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, dan peralatan komunikasi.

Petugas
Petugas kesehatan memberikan perawatan kepada warga di posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc. (ANTARA FOTO/FIKRI YU

Pemerintah sudah mengirimkan dua KRI untuk rumah sakit (RS) lapangan. Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo

“KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” paparnya.

Baca juga:

53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten

Pemerintah Tegaskan Korban Gempa NTT Tidak Sendiri

Mensesneg menekankan penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat. Terakhir, dia menyatakan pemerintah terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” tandas Pras. (*)

Baca Artikel Asli