MerahPutih.com - Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyiratkan menutup pintu koalisi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Alasannya setelah setahun mencoba menjalin komunikasi belum juga berhasil menemukan titik kesepahaman.
"Saya menjalin komunikasi dengan Pak Jokowi hampir setahun untuk juga menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan. Pak Jokowi juga berharap Demokrat bisa di dalam pemerintahan, tapi saya sadari banyak sekali rintangan dan hambatan menuju koalisi itu," kata SBY, usai bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto, semalam.
Namun, SBY enggan membeberkan rintangan dan hambatan yang terjadi selama 1 tahun berkomunikasi dengan Jokowi itu. Dilansir Antara, secara garis besar SBY menyampaikan koalisi dapat terbangun jika ada iklim yang baik, ada kesediaan berkoalisi, ada kepercayaan bersama dan saling menghormati.
Terkait hasil pertemuannya dengan Prabowo, mantan Presiden RI ke-6 itu mengatakan jalan koalisi Demokrat dengan Gerindra terbuka lebar karena syarat koalisi tersedia. SBY menambahkan Demokrat tidak mematok sosok cawapres sebagai harga mati meskipun wajar apabila setiap partai menginginkan kadernya menjadi capres atau cawapres.
Prabowo melakukan pertemuan dengan SBY di kediaman Ketua Umum Demokrat itu, di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa malam. Dalam pertemuan itu kedua partai sepakat membuka jalan koalisi yang akan dipertajam melalui pertemuan selanjutnya.
SBY mengatakan hasil pertemuannya dengan Prabowo akan disampaikan kepada jajaran Majelis Tinggi Partai Demokrat sebagai forum tertinggi partainya yang akan mengambil keputusan koalisi. Demokrat juga membuka peluang koalisi bersama partai-partai lain yakni PKS dan PAN yang selama ini sudah berkomunikasi intensif dengan Gerindra. (*)