Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Propam Polri Awasi Pengusutan Kasus Penyerangan Pengawal Rizieq Shihab

Andika Pratama - Kamis, 10 Desember 2020

MerahPutih.com - Kabareskrim Polri, Komjen. Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus penyerangan terhadap petugas di Tol Jakarta-Cikampek oleh pengawal Rizieq Shihab kini ditangani oleh Bareskrim Polri.

Ia menyebutkan penyidikan akan dilakukan secara scientific crime investigation berbasis ilmiah berdasarkan barang bukti dengan melibatkan pengawas internal dari Divpropam Polri.

Baca Juga

Komnas HAM Panggil Kapolda Metro dan Dirut Jasa Marga

“Tentunya untuk menjaga profesionalisme, transparansi penyidikan maka penyidikan dilakukan secara scientific crime investigation dengan melibatkan pengawas internal dari Divpropam Mabes Polri,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).

Listyo juga membuka ruang dan memberikan kesempatan masyarakat untuk memberikan masukan. "Ini dalam rangka melengkapi penyidikan yang kami lakukan,” ucap Listyo.

Kabareskrim Polri Komjen Sigit Listyo. Foto: MP/Kanu
Kabareskrim Polri Komjen Sigit Listyo. Foto: MP/Kanu

Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, hasil autopsi enam jenazah laskar pengawal khusus Rizieq belum bisa diekspose ke publik.

Enam laskar yang meninggal Andi Oktiawan (33), Ahmad Sofiyana alias Ambon (26), Lutfi Hakim (25), Faiz Ahmad Syukur (22), Muhammad Suci Khadavi (21) dan Muhammad Reza (20).

"Hasil autopsi masih proses dari dokter," kata Argo.

Baca Juga

Ini Kata Kuasa Hukum Soal Langkah Rizieq Setelah Jadi Tersangka

Sekretaris DPP FPI, Munarman mengatakan, untuk kondisi enam jenazah laskar yang sudah dimakamkan di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, tersebut terdapat luka tembakan lebih dari satu lubang.

"Bahwa tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada," ujar Munarman.

Ia menyebut, menurut pendapat ahli yang hadir dalam proses pemandian jenazah tersebut dan dilihat dari bekas tembakan. Mereka ditembak dari jarak dekat.

Selain itu, terdapatnya tanda-tanda bekas penyiksaan pada tubuh jenazah. "Bahwa pada tubuh sebagian besar para syuhada, terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan," katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan investigasi. Karena, saat kejadian itu disebutnya terdapat seorang perempuan dan balita. (Knu)

Baca Juga

Penetapan Tersangka Rizieq Shihab Picu Kekhawatiran Kasusnya Bakal Dihentikan Lagi

Baca Artikel Asli