Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan menyeluruh setelah berhasil mengamankan stok beras nasional dalam waktu kurang dari satu tahun masa jabatan. Hal ini sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui sektor agraris dan maritim.
Keberhasilan fase pertama swasembada ini terlihat dari volume cadangan beras di gudang Bulog yang menembus angka 4,2 juta ton. Pencapaian tersebut tercatat sebagai stok tertinggi dalam sejarah Indonesia, yang menjadi fondasi kuat untuk melangkah ke tahap swasembada pangan berikutnya, termasuk komoditas jagung dan sumber karbohidrat lain.
Baca juga:
Pujian Presiden ke Menteri, Prabowo: Pakar Dipersilahkan Menilai Kita Akan Buat Kejutan
Pertumbuhan ekonomi yang nyata diyakini akan melampaui target seiring dengan stabilitas pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang kian mandiri.
"Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita riil, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan. Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan," tegas Presiden Prabowo Subianto.
Transformasi Desa Nelayan dan Swasembada Protein
Sektor kelautan turut menjadi pilar utama dalam misi swasembada protein melalui program modernisasi kawasan pesisir secara masif. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan hingga akhir tahun 2026, yang nantinya akan berkembang menjadi 5.000 desa pada tahun 2029.
Baca juga:
Efisiensi Anggaran Capai Rp 308 Triliun, Prabowo Tegaskan Terus Berupaya Menutup Kebocoran
Fokus utama program ini mencakup penyediaan pabrik es, fasilitas cold storage, dermaga, hingga armada kapal tangkap guna meningkatkan nilai jual hasil laut dan memutus rantai kemiskinan di wilayah pesisir.
"Tiap desa nelayan kita akan bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal. Ini semua bukan handout, ini kita organisir dalam koperasi agar mereka bisa mandiri," pungkas Presiden.