Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Polresta Solo Tangkap 3 Pelaku Teror Pocong, Minta Maaf Telah Bikin Gaduh

Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM - RESMOB Polresta Surakarta menangkap tiga remaja pelaku teror pocong yang terekam CCTV rumah warga dan viral di medsos. Ketiga pelaku berinisial DRA, SM, dan SR

Sebelumnya, viral video teror pocong berdurasi 30 detik gegerkan warga Solo. Pada video tersebut, ketiga pelaku tampak berboncengan dua orang, memakai kostum pocong jalan di jalan kampung terekam CCTV rumah warga.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Derry Eko Setiawan menyebut ketiga pelaku teror pocong telah diamankan tim Resmob Polresta Surakarta pada Selasa (9/6). Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami telah tangkap tiga orang terlibat video viral teror pocong. Mereka telah dimintai klarifikasi oleh Satreskrim Polresta Surakarta,” kata Derry dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Selasa (9/6).

Baca juga:

Aksi Teror Pocong Resahkan Warga Solo, Polisi Turun Tangan Buru Pelaku


Ia mengatakan lokasi kejadian di kawasan SD Negeri 80 Ngoresan, Jalan Kartika, Kecamatan Jebres, Kota Solo pada Jumat (5/6) pukul 01.15 WIB. “Dari pengakuan pelaku, kejadian saat adanya kegiatan pendadaran perguruan pencak silat di TPU setempat,” kata dia.

Pelaku DRA, kata dia, sebagai pemeran pocong jadi-jadian iseng dibonceng dua pelaku lain naik motor di jalan kampung dan terekam CCTV milik warga hingga viral. “Dari klarifikasi pelaku, tujuan kegiatan tersebut sama sekali bukan untuk meneror ataupun meresahkan masyarakat. Mereka juga tidak memiliki maksud membuat konten terkait dengan teror pocong,” kata dia.

Meski demikian, kata dia, tindakan mereka dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat sehingga tetap diberikan pembinaan.

“Kami meminta ketiganya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Selain itu, DRA, SM, dan SR juga dikenai sanksi wajib lapor sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan,” tegasnya.

Ia menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. “Kami minta warga segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar,” katanya.

Pelaku DRA mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut kepada warga Solo.

“Kami yang berada di dalam video viral tersebut meminta maaf sebesar-besarnya pada masyarakat Surakarta telah berbuat gaduh di medsos. Kami berjanji tidak mengulanginya lagi,” kata DRA.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Teror Pocong Ramai di Tangerang, Polisi Turun Tangan



Baca Artikel Asli