Politisi Golkar Minta Setnov Legowo dan Mundur dari Ketua DPR

Rabu, 22 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisyam meminta Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk legowo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Desakan terhadap Setnov pun sudah muncul jauh-jauh hari sebelum ia menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya sudah minta (Setnov) mundur tanggal 18 Juli, saya minta mundur di dalam rapat pleno F-PG jam 10 pagi di ruang KK 2 (Gedung DPR/MPR). Waktu itu rapat dipimpin Nurdin Halid dan Idrus Marham, F-PG lengkap waktu itu," kata Ridwan usai diskusi bertajuk 'Mencari Pemimpin Baru Golkar' di Sekretariat PPK Kosgoro 1957, Jakarta, Rabu (22/11).

Karena itu, Ridwan berharap Setnov bisa legowo merelakan kursi Ketua DPR, agar publik tidak terus menerus mengecam Golkar. Selain itu, elektabilitas partai bakal merosot tajam bila Setnov bersikukuh mempertahankan posisi tersebut.

"Saya empat kali datang ke Setnov. Sekali di kantor DPR (berbicara) empat mata, di rumahnya tiga kali untuik berbicara dari hati ke hati agar dia melepaskan posisinya," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Hal senada disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti. Dia pun menyarankan agar DPR segera melengserkan Setnov dari posisinya. Terlebih, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi ini terbilang rendah di antara lembaga negara lainnya.

Selain itu, situasi yang menimpa tersangka korupsi proyek e-KTP yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu juga akan berpengaruh terhadap citra partai politik yang memiliki kursi di DPR.

"Kalau tidak segera melakukan pembenahan dalam strukturnya, nama DPR akan terseret-seret dalam masalah yang menimpa Setnov," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia ini. (Pon)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan