Politisi Golkar Minta Setnov Legowo dan Mundur dari Ketua DPR
Ketua DPR Setya Novanto. (MP/Dery Ridwansah)
MerahPutih.com - Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisyam meminta Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk legowo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Desakan terhadap Setnov pun sudah muncul jauh-jauh hari sebelum ia menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya sudah minta (Setnov) mundur tanggal 18 Juli, saya minta mundur di dalam rapat pleno F-PG jam 10 pagi di ruang KK 2 (Gedung DPR/MPR). Waktu itu rapat dipimpin Nurdin Halid dan Idrus Marham, F-PG lengkap waktu itu," kata Ridwan usai diskusi bertajuk 'Mencari Pemimpin Baru Golkar' di Sekretariat PPK Kosgoro 1957, Jakarta, Rabu (22/11).
Karena itu, Ridwan berharap Setnov bisa legowo merelakan kursi Ketua DPR, agar publik tidak terus menerus mengecam Golkar. Selain itu, elektabilitas partai bakal merosot tajam bila Setnov bersikukuh mempertahankan posisi tersebut.
"Saya empat kali datang ke Setnov. Sekali di kantor DPR (berbicara) empat mata, di rumahnya tiga kali untuik berbicara dari hati ke hati agar dia melepaskan posisinya," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar ini.
Hal senada disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti. Dia pun menyarankan agar DPR segera melengserkan Setnov dari posisinya. Terlebih, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi ini terbilang rendah di antara lembaga negara lainnya.
Selain itu, situasi yang menimpa tersangka korupsi proyek e-KTP yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu juga akan berpengaruh terhadap citra partai politik yang memiliki kursi di DPR.
"Kalau tidak segera melakukan pembenahan dalam strukturnya, nama DPR akan terseret-seret dalam masalah yang menimpa Setnov," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia ini. (Pon)
Bagikan
Berita Terkait
Tok! DPR Sahkan 8 Poin Reformasi Polri, Kedudukan Tetap di Bawah Presiden
Gubernur BI Baru Jadi Sorotan, Legislator Minta Publik dan Pelaku Pasar Hentikan Spekulasi Jangka Pendek
Rapat Paripurna DPR Sahkan Adies Kadir Calon Hakim Mahkamah Konstitusi Usulan DPR
Pengucapan Sumpah Jabatan Sari Yuliati Sebagai Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
Eks Kapolda Ingatkan Kapolri: Benahi Adab dan Perilaku Aparat di Lapangan
DPR Ingatkan Indonesia Darurat Sampah dan Bencana, Baru 25 Persen Sampah Terkelola
DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pasangan Kawin Campur Bekerja Layak di Indonesia Lewat Revisi UU Ketenagakerjaan
Wamenkeu Keponakan Prabowo Lolos Uji Kepatutan Deputi Gubernur BI di DPR