Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pidato Pelantikan Tak Singgung Korupsi, KPK Ingatkan Jokowi Mimpi 2045

Angga Yudha Pratama - Senin, 21 Oktober 2019

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato perdananya usai dilantik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10) kemarin, menargetkan Indonesia pada 2045 masuk dalam kategori lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, langkah itu harus diiringi dengan semangat pemberantasan korupsi.

"Jadi secara eksplisit atau implisit pasti include di dalamnya pemberantasan korupsi. Sebab mimpi Anda tahun 2045 akan sulit tercapai kalau perilaku korupsi masih terus berlanjut," kata Saut saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/10).

Baca Juga

Pelantikan Selesai, Kini Saatnya Menagih Jokowi Lunasi Janji-Janji Kampanyenya Ini!

Meski Jokowi sama sekali tak menyinggung korupsi dalam pidatonya, namun Saut meyakini Jokowi tetap menjadikan isu pemberantasan korupsi sebagai prioritas. Pasalnya, lanjut Saut, dalam mewujudkan mimpi Indonesia maju pada 2045, harus seiring dengan pemberantasan korupsi.

"Kalau disebut include ya saya anggap itu termasuk prioritas walau tidak sebut secara eksplisit disebut (di pidato). Karena sejarah negara maju mana pun lainnya menunjukkan Indeks Persepsi Korupsi yang tinggi itu is a must," ujar Saut.

Menurut Saut, meningkatnya indeks persepsi korupsi bisa dilihat dari bagaimana pemerintah memakai keuangan dari pajak. Selain itu, bagaimana pemerintah memberikan kepastian hukum dan jaminan kesehatan untuk rakyat.

"Indeks persepsi yang tinggi itu datang dari bagaimana Anda menata pajak, pelayanan hukum yang baik, kepastian berusaha, jaminan kemanan, perizinan, kesehatan (BPJS), check and balances , demokrasi bebas politik uang, dan lain-lain," bebernya.

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA
Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Untuk itu, Saut meminta kepada masrakakat agar tidak skeptis terhadap pidato Jokowi yang tidak menyinggung pemberantasan korupsi. Sebab, kata Saut, lebih baik tidak disebut tapi dilaksanakan ketimbang sebaliknya.

"Lebih baik tidak disebut tapi dilaksanakan, daripada disebut tapi tidak dilanksanakan. Jangan skeptical
dulu atas pidato itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan pada usia 100 tahun, Indonesia harus mampu keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Secara rinci, kata Jokowi, Indonesia bisa menjadi negara maju dengan pendapatan rata-rata Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan.

Baca Juga

Pidato Perdana Jokowi Usai Dilantik Jadi Presiden Periode 2019-2024

Selain itu, untuk mewujudkan 2045 sebagai negara maju, maka Produk Domestik Bruto Indonesia (PDB) harus mencapai USD 7 triliun. Saat ini, Indonesia sudah masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

"Itulah target kita. Target kita bersama. Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai," ucap Jokowi dalam pidatonya di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (20/10). (Pon)

Baca Artikel Asli