MerahPutih.com - Slank resmi merilis album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa pada Jumat (5/6). Album tersebut hadir setelah sebelumnya memperkenalkan dua single kepada publik, yakni Republik Fufufafa dan 12 Persen.
Peluncuran album dilakukan melalui konferensi pers yang digelar di Potlot, markas besar Slank. Seluruh personel hadir dalam acara tersebut, mulai dari Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee, hingga Ridho.
Peluncuran album ini diwarnai sejumlah hal unik. Saat tiba di lokasi acara, para personel Slank tampil mengenakan topeng bergambar wajah monyet.
Suasana Potlot juga dibuat berbeda dengan dekorasi berupa berbagai potongan berita dari media massa yang menghiasi area acara.
Pada kesempatan yang sama, Slank turut memperkenalkan video musik terbaru untuk lagu Rusak Ancur. Video yang digarap oleh Bayu tersebut menjadi karya pertama Slank yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksinya.
Baca juga:
Slank Rilis Album 'The Greatest Hits Live', Berisi Kompilasi Konser Era 2002-2025
Penggunaan AI hingga Inspirasi Fenomena Sosial
Menanggapi penggunaan teknologi AI dalam video musik tersebut, Bimbim menyebut teknologi baru itu sebagai alat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas.
AI adalah suatu teknologi yang kita anggap mainan baru kalau buat Slank. Slank enggak takut sama perubahan, sama teknologi. Justru aku anggap, wah ada budak baru nih. Justru hari ini AI gua budakin. Karena tetap aja, AI itu goblok kalau kitanya goblok. Jangan dimusuhin tapi kita pergunakan untuk sebaik-baiknya,
Bimbim Slank.
Sementara itu, Kaka mengungkapkan bahwa sebagian besar materi dalam album Republik Fufufafa lahir dari berbagai isu yang tengah menjadi perhatian publik dan banyak diberitakan media massa.
Album ini, ini semua ada di berita yang dirilis di luar sana. Kita punya nada, terus kita baca koran, kita masukin. Hampir most of the song seperti itu. Jadi bukan kita mengada-ada. Who knows ya, Fufufafa itu apa dan siapa,
kata Kaka Slank.
Slank Tegaskan Tak Berubah Haluan
Di tengah berbagai tanggapan publik terhadap karya terbaru Slank, Bimbim juga menanggapi anggapan bahwa Slank telah berubah dari jalur perjuangannya selama ini.
Menurutnya, band yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut tetap berjalan dengan ideologi dan cita-cita yang sama.
“Sebenarnya Slank gak kemana-mana. Slank jalan ke depan. Ideologi sama cita-cita jalan ke depan. Eh tiba-tiba lagi perjalanan ada yang putar balik, yah kita tinggalin. Tiba-tiba ada berubah tujuan, ya kita tinggalin. Jadi Slank gak kemana-mana. Tetap dengan ideologi dan cita-citanya gak berubah,” ujarnya.
Baca juga:
Makna Lirik Lagu 'Republik Fufufafa' Slank, Satir Tajam soal Kondisi Bangsa
Dari sisi musikalitas, Republik Fufufafa menawarkan eksplorasi yang lebih beragam dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Album ini memadukan sejumlah warna musik, mulai dari rock alternatif hingga rock n’ roll. Sementara itu, lirik-lirik yang dihadirkan tetap mempertahankan gaya khas Slank yang lugas, sederhana, namun sarat pesan dan makna.
Pendekatan tersebut semakin memperkuat karakter slengean yang selama ini melekat pada identitas Slank, sekaligus menghadirkan nuansa baru dalam perjalanan musik mereka. (Far)