Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Setelah Vakum Hampir 20 Tahun, The Monophones Comeback Lewat Single 'Yang Hilang dan Kembali'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Setelah Vakum Hampir 20 Tahun, The Monophones Comeback Lewat Single 'Yang Hilang dan Kembali'

The Monophones lepas single baru. (Foto: dok/the monophones)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah hampir dua dekade tidak merilis karya baru, The Monophones akhirnya kembali menyapa penikmat musik melalui single terbaru berjudul Yang Hilang dan Kembali.

Lagu ini menjadi penanda kebangkitan The Monophones sekaligus membuka babak baru perjalanan bermusik mereka setelah sekian lama vakum dari industri musik.

Meski kini hadir dengan formasi yang berbeda, The Monophones tetap mempertahankan karakter musikal yang telah menjadi identitas mereka sejak awal.

Grup ini masih memadukan berbagai unsur musik, mulai dari psychedelic rock, jazz, musik klasik, baroque pop, noir, hingga sentuhan musik Indonesia era 1970–1980-an, sehingga menghasilkan warna musik yang khas dan mudah dikenali.

Baca juga:

OM New Eleng Hadirkan Album 'Berjoget Sampai Ponyo', Perpaduan Orkes Melayu Klasik dan Modern

Direkam Sepenuhnya dengan Instrumen Akustik

Salah satu keunikan Yang Hilang dan Kembali terletak pada proses produksinya.

Seluruh aransemen direkam menggunakan alat musik akustik tanpa melibatkan instrumen elektrik. Piano, double bass, drum, flute, violin, viola, dan cello dimainkan secara langsung untuk menghadirkan karakter suara yang lebih alami, hangat, dan autentik.

Melalui pendekatan tersebut, The Monophones ingin menonjolkan kualitas permainan para musisi tanpa bergantung pada teknologi maupun efek digital.

Baca juga:

Zhafari Rilis Single 'Batas Waktu', Kisah Penantian dalam Perjalanan Menuju Album Perdana

Dalam proyek comeback ini, Bayu mengajak sejumlah musisi untuk mengisi formasi terbaru The Monophones.

Salah satunya adalah Adi Wijaya, seorang conductor, arranger, pianis klasik dan jazz, sekaligus pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

The Monophones juga menggandeng penyanyi jazz muda Marcella Dee, yang dikenal sebagai finalis X-Factor Indonesia.

Selain itu, proses rekaman turut didukung oleh sejumlah musisi Yogyakarta, di antaranya Andar Prabowo (drum), Yoki Nur Hidayat (flute), serta kelompok string quartet dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Awal Perjalanan Baru The Monophones

Melalui Yang Hilang dan Kembali, The Monophones tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik setelah vakum panjang, tetapi juga ingin menghadirkan karya yang dapat memperkaya warna musik Indonesia.

Mereka berharap single ini menjadi awal dari perjalanan baru sekaligus memperkenalkan kembali identitas musikal The Monophones kepada generasi pendengar yang lebih luas. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Setelah Vakum Hampir 20 Tahun, The Monophones Comeback Lewat Single 'Yang Hilang dan Kembali'
Hampir dua dekade tanpa karya baru, The Monophones akhirnya kembali. Lewat single 'Yang Hilang dan Kembali', mereka menghadirkan aransemen akustik yang hangat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Setelah Vakum Hampir 20 Tahun, The Monophones Comeback Lewat Single 'Yang Hilang dan Kembali'
ShowBiz
Tyla Punya Cara Baru Memperkenalkan Budaya Afrika Lewat 'That Girl', Simak Lirik Lagunya
Tyla merilis single terbaru 'That Girl' lagu utama menuju album A*POP. Lagu ini terinspirasi dari kenangan masa kecil dan menjadi upaya memperkenalkan budaya Afrika.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Tyla Punya Cara Baru Memperkenalkan Budaya Afrika Lewat 'That Girl', Simak Lirik Lagunya
ShowBiz
Arti Lagu 'Mengheningkan Cipta', Simbol Penghormatan untuk para Pahlawan
Lagu ini bukan sekadar pelengkap upacara, melainkan juga pengingat akan jasa, pengorbanan, serta semangat para pahlawan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Arti Lagu 'Mengheningkan Cipta', Simbol Penghormatan untuk para Pahlawan
ShowBiz
Grammy Awards 2027 Resmi Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance
Recording Academy resmi menambahkan kategori Best Asian Pop Music Performance pada Grammy Awards 2027. Musik Asia memasuki babak baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Grammy Awards 2027 Resmi Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance
ShowBiz
Makna Lagu 'Could It Be Magic' Donna Summer, Kisah Cinta Penuh Harapan
Lagu ini menjadi salah satu karya yang memperlihatkan karakter vokal khas Donna Summer sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon musik pada era 1970-an.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Makna Lagu 'Could It Be Magic' Donna Summer, Kisah Cinta Penuh Harapan
ShowBiz
BTS Resmi Nyatakan Boikot Grammy, tak Majukan Karya Mereka Malah Lebih Memilih Dukung Musik yang Universal
Keputusan ini secara luas ditafsirkan sebagai bentuk protes terhadap kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang diperkenalkan Recording Academy.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
BTS Resmi Nyatakan Boikot Grammy, tak Majukan Karya Mereka Malah Lebih Memilih Dukung Musik yang Universal
ShowBiz
eńau Gandeng Momo untuk Aransemen Baru 'Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda'
Lagu ini mengisahkan sepasang insan yang saling mencintai, tetapi harus dihadapkan pada perbedaan keyakinan yang menjadi penghalang besar.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
eńau Gandeng Momo untuk Aransemen Baru 'Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda'
ShowBiz
'Ceritanya Jatuh Cinta' Aku Jeje, Lagu Viral tentang Indahnya Jatuh Hati
Secara keseluruhan, Ceritanya Jatuh Cinta mengisahkan seseorang yang sedang dimabuk asmara.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
'Ceritanya Jatuh Cinta' Aku Jeje, Lagu Viral tentang Indahnya Jatuh Hati
ShowBiz
OM New Eleng Hadirkan Album 'Berjoget Sampai Ponyo', Perpaduan Orkes Melayu Klasik dan Modern
Setelah tujuh tahun perjalanan musik, OM New Eleng akhirnya merilis album penuh perdana 'Berjoget Sampai Ponyo'.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
OM New Eleng Hadirkan Album 'Berjoget Sampai Ponyo', Perpaduan Orkes Melayu Klasik dan Modern
ShowBiz
Moda Moody Siap Tur ke Indonesia, Rayakan Setahun Mini Album 'Rekam Jejak'
Band Malaysia Moda Moody akhirnya melanjutkan tur Indonesia setelah agenda sebelumnya tertunda. Perjalanan ini menjadi perayaan satu tahun mini album Rekam Jejak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Moda Moody Siap Tur ke Indonesia, Rayakan Setahun Mini Album 'Rekam Jejak'
Bagikan