MerahPutih.com - Setelah hampir dua dekade tidak merilis karya baru, The Monophones akhirnya kembali menyapa penikmat musik melalui single terbaru berjudul Yang Hilang dan Kembali.
Lagu ini menjadi penanda kebangkitan The Monophones sekaligus membuka babak baru perjalanan bermusik mereka setelah sekian lama vakum dari industri musik.
Meski kini hadir dengan formasi yang berbeda, The Monophones tetap mempertahankan karakter musikal yang telah menjadi identitas mereka sejak awal.
Grup ini masih memadukan berbagai unsur musik, mulai dari psychedelic rock, jazz, musik klasik, baroque pop, noir, hingga sentuhan musik Indonesia era 1970–1980-an, sehingga menghasilkan warna musik yang khas dan mudah dikenali.
Baca juga:
OM New Eleng Hadirkan Album 'Berjoget Sampai Ponyo', Perpaduan Orkes Melayu Klasik dan Modern
Direkam Sepenuhnya dengan Instrumen Akustik
Salah satu keunikan Yang Hilang dan Kembali terletak pada proses produksinya.
Seluruh aransemen direkam menggunakan alat musik akustik tanpa melibatkan instrumen elektrik. Piano, double bass, drum, flute, violin, viola, dan cello dimainkan secara langsung untuk menghadirkan karakter suara yang lebih alami, hangat, dan autentik.
Melalui pendekatan tersebut, The Monophones ingin menonjolkan kualitas permainan para musisi tanpa bergantung pada teknologi maupun efek digital.
Baca juga:
Zhafari Rilis Single 'Batas Waktu', Kisah Penantian dalam Perjalanan Menuju Album Perdana
Dalam proyek comeback ini, Bayu mengajak sejumlah musisi untuk mengisi formasi terbaru The Monophones.
Salah satunya adalah Adi Wijaya, seorang conductor, arranger, pianis klasik dan jazz, sekaligus pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
The Monophones juga menggandeng penyanyi jazz muda Marcella Dee, yang dikenal sebagai finalis X-Factor Indonesia.
Selain itu, proses rekaman turut didukung oleh sejumlah musisi Yogyakarta, di antaranya Andar Prabowo (drum), Yoki Nur Hidayat (flute), serta kelompok string quartet dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Awal Perjalanan Baru The Monophones
Melalui Yang Hilang dan Kembali, The Monophones tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik setelah vakum panjang, tetapi juga ingin menghadirkan karya yang dapat memperkaya warna musik Indonesia.
Mereka berharap single ini menjadi awal dari perjalanan baru sekaligus memperkenalkan kembali identitas musikal The Monophones kepada generasi pendengar yang lebih luas. (Far)

