MerahPutih.com - Kawaan Lebanon yang berbatasan dengan Israel, kembali memanas. Pesawat dan artileri Israel melancarkan serangan intensif ke sejumlah wilayah Lebanon selatan di antaranya kawasan al-Deir dan Bukit Ali Al Taher di pinggiran utara Nabatieh El Faouqa. Dua serangan udara juga dilakukan di permukiman Mansouri.
Selain itu, artileri Israel menembaki permukiman Haris dan daerah di antara Haris dan Haddatha, serta memicu ledakan kuat di area antara permukiman Markaba dan Rab El Thalathine.
Pesawat nirawak juga menembakkan rudal berpemandu ke sebuah bangunan di Jalan Nabih Berri di Kota Nabatieh pada sore. Rudal itu menghantam dinding lantai atas bangunan tersebut.
Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan telah mencatat 1.030 proyektil yang ditembakkan di Lebanon selatan selama periode 21 hingga 27 Agustus.
Baca juga:
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Meskipun tingkat kekerasan lebih rendah dibandingkan awal tahun ini, situasi di Lebanon selatan masih rapuh. Dari 21 hingga 27 Agustus, pasukan penjaga perdamaian mencatat 1.030 lintasan proyektil, dengan rata-rata 147 per hari,
kata UNIFIL dalam unggahan di platform media sosial X pada Jumat (28/8).
UNIFIL menambahkan bahwa situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
UNIFIL mengatakan pasukan penjaga perdamaian terus memantau dan melaporkan perkembangan di lapangan, sekaligus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membantu mencegah eskalasi lebih lanjut.
Misi tersebut menekankan bahwa komitmen pihak terkait terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 sangat penting untuk mengurangi ketegangan, memulihkan stabilitas, dan memungkinkan masyarakat setempat kembali pulih. Resolusi 1701 diadopsi Dewan Keamanan PBB pada 2006 setelah perang selama 33 hari antara militer Israel dan Hizbullah.
Pasukan Israel masih berada di sejumlah bagian Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah mereka duduki selama puluhan tahun. Dalam rangkaian pertempuran sebelumnya pada 2023 dan 2024, pasukan Israel memperluas kehadirannya dengan bergerak beberapa kilometer lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon. (*)