Penggagas Ijtima Ulama III: Masyarakat Ingin Mendengar Opini Selain MUI
Rabu, 01 Mei 2019 -
MerahPutih.com - Sekelompok ulama baru-baru ini mengadakan Ijtima Ulama Jilid III. Kegiatan tersebut menyoroti penyelenggaraan Pemilu secara keseluruhan.
Penggagas Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir mengatakan, pertemuan ini merupakan tuntutan masyarakat yang meminta arahan para ulama dan meminta fatwa para ulama.
"Nah sesama kita sudah ada komunikasi secara individu, tetapi kemudian dirasa kurang cukup sehingga perlu bertemu bersama dan jangan sampai kemudian salah arah dan salah fatwa," katanya dalam keterangannya, Rabu (1/5).
Pertemuan itu, kata Bachtiar, sangat penting karena berhubungan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga Amanat undang-undang dasar 45. Selain itu, hal ini juga termasuk dalam rangka mengamalkan dan mengamankan Pancasila dan bhinekka tunggal ika.
Bachtiar melanjutkan, para ulama yang hadir dalam acara itu datang dengan hati untuk membahas masalah politik terakhir. Mereka semua menginginkan semua berjalan dengan aman damai dan sejuk.
"Tapi perangkatnya yang bernama jujur dan adil ini mungkin mengusik," jelasnya.
Bachtiar juga menjelaskan, masyarakat ingin mendengar opini lain selain Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena Ketua MUI Ma'ruf Amin sudah terjun ke politik,
"Saya kira gitu, yang mereka tak mendapatkannya di MUI, " jelas Bachtiar. (Knu)
Baca Juga: Ijtima Ulama Tak Lagi Didengar, Pengamat: Respek Orang ke Tokoh Agama Luntur