Pengamat UI: Benahi Jakarta, Jangan Setengah-Setengah
Jumat, 21 Agustus 2015 -
MerahPutih Megapolitan - Rencana pemerintah yang terus melakukan pembenahan kota DKI Jakarta dinilai merupakan sebuah keharusan. Mengingat pada tahun 2014 lalu DKI Jakarta mengalami kerugian sekitar 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp37,5 triliun akibat banjir dan macet. Bahkan, akibat banjir 2014 lalu sebanyak 64.000 rakyat Jakarta harus mengungsi, dan 17,1 persen kawasan Jakarta harus tertutup banjir.
"Pembenahan ibu kota merupakan sebuah ke harusan. Namun, untuk relokasi ini pemerintah jangan setengah-setengah," tegas Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rachmawati ketika dihubungi merahputih.com, di Jakarta, Jumat, (21/8).
Seperti kita ketahui pemerintah provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola di DKI Jakarta. Bahkan tidak sedikit masyarakat DKI Jakarta yang terpaksa kehilangan rumah singgahnya seperti yang terjadi pada warga Kampung Pulo, warga Pademangan, dan warga Waduk Pluit.
Tidak hanya itu, pemerintah provinsi DKI Jakarta juga terus melakukan relokasi kepada para pedagang kaki lima (PKL). Seperti yang terjadi di Pasar Minggu, Pasar Asemka, Pasar Gembrong, Pasar Tanah Abang. Bahkan tidak sedkit para pedagang yang mengalami kerugian materiil akibat penggusuran tersebut.
Oleh sebab itu, Devie meminta Pemerintah untuk tegas dan konsisten dalam melakukan penataan ibu kota DKI ini. Bahkan, dia meminta pemerintah untuk tidak terpengaruh oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan.
"Pemerintah tentu harus tegas, jika ada yang melobi pemerintah harus bisa menindaknya," tegasnya.(rfd)
Baca Juga:
Tommy Soeharto Kecam Ahok Terkait Penggusuran Kampung Pulo
Rusun Kampung Pulo Dilengkapi Fasilitas Mewah
JJ Rizal Tantang Gubernur Ahok Bongkar Perumahan Pantai Mutiara
Salah Tangkap, Satpol PP Hajar Eko Prasetyo Hingga Koma
Siang Ini Polres Jaktim Bebaskan 27 Warga Kampung Pulo yang Ditahan