Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengamat Jabarkan Keuntungan Jika PAN Jadi Oposisi

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Agustus 2019

Merahputih.com - Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai sebaiknya Partai Amanat Nasional (PAN) tidak berbelok arah menjadi partai koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.

Menurutnya, keberadaan PAN sebagai barisan oposisi akan lebih menguntungkan jika dilakukan perhitungan secara politis.

“Secara politik akan lebih menguntungkan bagi PAN menjadi oposisi,” kata Ubedilah kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/8).

Baca Juga: TKN Tanggapi Isu Bergabungnya PAN ke Koalisi Indonesia Kerja

Namun melihat gelagat politik beberapa elitenya, Ubaidillah menduga ada persoalan tersendiri di dalam tubuh elite PAN.

“Yang jadi persoalan adalah mengapa elit PAN berminat masuk dalam kekuasaan, itu menandakan ada masalah di lapisan elit,” ujarnya.

Partai Amanat Nasional. (Foto: Fin)
Partai Amanat Nasional. (Foto: Fin)

Hanya saja ia tak menyalahkan sebuah paradigma yang mungkin saja dianut oleh elite politik khususnya barisan oposisi akan lebih merasa untung jika berkoalisi dengan partai pemenang pemilu.

“Karena cara terbaik melindungi dari masalah adalah bergabung dalam kekuasaan, itu yang tergambar dalam semua proses politik di republik ini,” imbuhnya.

Ubaidillah mengatakan bahwa posisi partai politik sebagai oposisi akan sangat mudah menarik citra publik, dimana ketika pemerintah menjalankan roda pemerintahannya tidak sesuai dan menjadi masalah tersendiri pada kondisi bangsa dan negara, maka peran oposisi itulah yang sangat penting.

Baca Juga: PAN: Orang yang Mendesain Kerusuhan 21-22 Mei Harus Diungkap

Baik ketika ada persoalan ekonomi, politik, budaya dan sebagainya, Ubaidillah melihat mereka akan sangat mudah melakukan check and balances sehingga membuat warna politik semakin baik dan berirama. Bahkan cenderung membuat suasana politik di dalam negeri akan semakin bermartabat. (Knu)

Baca Artikel Asli