MerahPutih.com - Indonesia kembali mencatat kenaikan kasus COVID-19 selama beberapa pekan terakhir. Hal ini seiring munculnya varian baru Omicron BA.4 dan BA.5.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi mengatakan, jika pandemi COVID-19 masih belum selesai. Pada hakekatnya, situasi endemi menunjukkan penyakitnya ada, tetapi penularannya terkendali. Jadi endemi bukan berarti kondisi yang bebas penyakit.
Baca Juga:
Ilmuwan Ciptakan Tes untuk Mengukur Tingkat Imunitas Tubuh dari COVID-19
Maka dari itu, Adib meminta kerjasama semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk tetap menjalankan berbagai upaya kewaspadaan strategi pencegahan dan pengendalian penularan COVID-19 yang maksimal.
Terlebih, kata Adib, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memperkirakan jumlah kasus virus corona akan terus meningkat hingga akhir Juli tahun ini.
"Penanganan ini tidak bisa dilakukan oleh tenaga medis saja, namun semua pihak secara bersamaan," tegas Adib dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (21/6).
Ketua Bidang Penanganan Penyakit Menular PB IDI, Agus Dwi Susanto juga meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan lepas masker di tempat umum, serta meminta pemerintah dan masyarakat untuk menggiatkan Kembali vaksinasi booster untuk COVID-19.
Baca Juga:
Senin (20/6), Jumlah Warga Terpapar COVID-19 Sebanyak 1.180 Kasus
Masyarakat juga diminta untuk tetap melakukan protokol Kesehatan ketat seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer.
Agus juga mengingatkan pada masyarakat untuk waspada akan penyakit lainnya yang muncul di saat musim pancaroba saat ini.
"Seperti Demam Berdarah Dengue, Cacar Monyet, Hepatitis Akut, serta sejumlah penyakit lainnya yang berpotensi timbul," ungkap Agus. (Asp)
Baca Juga: