MerahPutih.com - Beberapa anggota keluarga Glazer sedang mempertimbangkan untuk menjual saham mereka di Manchester United, setelah 21 tahun kepemilikannya penuh masalah.
Para penggemar MU kini telah melancarkan perang tanpa henti melawan keluarga miliarder Amerika Serikat itu sejak pengambilalihan yang penuh masalah dan utang.
Kabarnya, faksi-faksi yang terpecah dalam keluarga tersebut diam-diam merencanakan kepergiannya selama berbulan-bulan.
Menurut laporan Bloomberg pada Rabu (3/6) lalu, keenam saudara Glazer, yang secara kolektif memiliki 51 persen saham, sedang melakukan pembicaraan internal mengenai apakah akan menjual saham mereka.
Baca juga:
Rafael Leao Tolak Galatasaray, Masih Sabar Tunggu Arsenal dan Manchester United
Keluarga Glazer Pertimbangkan Lepas Manchester United
Sumber-sumber terpercaya mengklaim, bahwa beberapa pemegang saham keluarga yang berbasis di AS itu sedang mempertimbangkan untuk melepas sebagian atau seluruh kepemilikannya.
Namun, Manchester United sendiri menolak berkomentar. Sementara itu, keluarga Glazer tidak dapat dihubungi segera.
Hal ini terjadi setelah mereka menjual 27,7 persen saham klub senilai 1,2 miliar poundsterling (Rp 29 triliun) kepada Sir Jim Ratcliffe pada Februari 2024, sehingga INEOS mengambil alih operasional sepak bola.
Saar ini, diskusi tersebut didorong oleh kelompok tertentu dalam keluarga yang ingin keluar sejak lama.
Ketua eksekutif bersama Manchester United, Joel Glazer, masih ingin tetap bertahan. Kabar tentang potensi keluarnya Glazer sepenuhnya membuat saham MU melonjak 7 persen dalam perdagangan setelah jam kerja, yang meningkatkan nilai pasarnya menjadi 2,8 miliar poundsterling (Rp 67 triliun).
Namun, harga saham ini hanyalah batas bawah. Kesepakatan pengambilalihan yang sebenarnya akan menilai MU jauh lebih tinggi dibanding harga pasar publiknya. Hal itu mengingat mengingat keluarga Glazer menuntut 6 miliar poundsterling (Rp 145 triliun) tiga tahun lalu.
Penjualan penuh diperkirakan akan memicu penawaran intensif dari konsorsium AS dan Timur Tengah, yang tidak terpengaruh oleh biaya pinjaman tinggi dan utang warisan Glazer.
Baca juga:
Kasus Penjualan San Siro Memanas, Kepolisian Italia Selidiki Dugaan Manipulasi Tender
Setan Merah sendiri bebas utang ketika keluarga Glazer mengambil alih klub pada 2005. Namun, laporan keuangan terbaru mengungkapkan ada utang hingga 1,3 miliar poundsterling (Rp 31,4 triliun).
Avram dan Joel Glazer menjadi ketua eksekutif bersama di MU setelah ayah mereka, Malcolm, meninggal dunia pada Mei 2014.
Kevin Glazer, Bryan Glazer, Darcie Glazer Kassewitz, dan Edward Glazer, tercantum sebagai direktur di dewan direksi. Keluarga ini juga memiliki tim NFL, Tampa Bay Buccaneers.
Keluarga tersebut menawarkan MU untuk dijual pada November 2022. Lalu, berulang kali mengatakan "semua opsi ada di meja."
Selama proses penawaran, kedua saudara kandung tersebut terkenal terpecah pendapatnya mengenai apakah akan menjual seluruh klub kepada konsorsium Qatar atau mempertahankan kendali mayoritas dengan mengambil investasi minoritas Ratcliffe.
Langkah ini sangat terkait dengan komitmen keuangan besar seputar 'Wembley of the North' baru milik MU.
Manchester United Raup Keuntungan usai Kembali ke Liga Champions
Saat ini, para pemilik menghadapi tagihan sebesar 2 miliar poundsterling (Rp 48,3 triliun) untuk membangun kembali Old Trafford menjadi stadion baru berkapasitas 100.000 tempat duduk, dengan pendanaan publik yang menanggung biaya pembangunan kembali area Trafford Park yang lebih luas.
Sejak mengambil saham dua tahun lalu, Ratcliffe telah memulai pemangkasan biaya besar-besaran, termasuk dua putaran PHK yang mengurangi 450 pekerjaan.
Gagasan untuk menjual saham muncul ketika MU berada di titik terendah di lapangan, setelah finis ke papan bawah sepanjang sejarah pada 2025.
Kini, mereka berhasil mengamankan posisi ketiga di klasemen Premier League, yang memastikan kembalinya ke Liga Champions. Selain menguntungkan, hal itu bisa meningkatkan daya tarik komersial klub dalam waktu dekat.
Baca juga:
Barcelona Untung Besar usai Robert Lewandowski Cabut, Beban Gaji Rp 493 Miliar Hilang
Keluarga Glazer menyetujui kontrak dua tahun untuk Michael Carrick, setelah tim yang dipekerjakan INEOS merekomendasikan mantan gelandang klub tersebut kepada Ratcliffe.
Klausul "penjualan penuh pada 2027" menjamin keluarga Glazer mendapatkan pembayaran finansial tertentu (minimal 33 dolar AS atau Rp 594.825 per saham) jika mereka menjual 100 persen saham MU sebelum Februari 2027.
Penjualan lengkap mencakup hak "drag-along" yang secara hukum memaksa INEOS untuk menjual saham minoritas mereka bersamaan saham mayoritas keluarga Glazer.
Manchester United Mulai Terpuruk setelah Ditinggal Sir Alex Ferguson
Ketika Sir Alex Ferguson meninggalkan klub pada 2013, bersama kepala eksekutif David Gill, MU mulai terpuruk dan kehilangan kesempatan untuk bersaing memperebutkan trofi.
Sementara para rivalnya, Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan Arsenal, telah memenangkan Premier League sejak saat itu.
Kepemilikan Glazer bisa dibilang mencapai puncak ketidakpopulerannya, setelah Joel Glazer memainkan peran dalam upaya menjadikan MU sebagai salah satu pendiri Liga Super Eropa.
Hal itu menimbulkan protes keras dari para penggemar terhadap langkah tersebut, yang menyebabkan penarikan diri dari proyek tersebut tiga hari kemudian.
Sebanyak 10.000 penggemar berunjuk rasa di Old Trafford menjelang pertandingan melawan Liverpool, bahkan beberapa di antaranya berhasil masuk ke lapangan dan memaksa pertandingan ditunda. (sof)