Merahputih.com - Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendesak Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyampaikan jumlah pasien penderita COVID-19 yang dirawat saat ini secara riil.
Menurut Bamsoet, pemerintah dalam memberikan informasi atau update data mengenai perkembangan jumlah warga baik yang positif, yang sembuh dan yang meninggal akibat COVID-19, mesti diinformasikan secara jujur dan akurat.
Baca Juga
WNI Penderita Corona di Luar Negeri Capai 571 Kasus dan 142 Sembuh
Salah satunya menginformasikan dan memublikasikan seluruh data pasien, baik yang positif maupun yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP) secara riil dan transparan.
"Dengan begitu publik dapat menerima informasi yang benar-benar komprehensif," jelas Bamsoet dalam keteranganya, Rabu (29/4).
Ia menambahkan, pemerintah mesti tetap berfokus pada tujuan utama dalam menekan laju penyebaran virus COVID-19. Serta memastikan tiadanya stigma bagi penderita, dan mempertahankan tingkat kesehatan populasi semaksimal mungkin.
"Pemerintah perlu bersinergi dan melakukan aksi bersama antar lembaga pemerintah dengan pelibatan aktif masyarakat sipil dalam membuat strategi berkelanjutan, yang matang dan tepat dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi setelah pandemi berakhir," jelas politikus Golkar ini.
Bamsoet juga meminta Pemerintah untuk selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan peneliti, perguruan tinggi, atau lembaga terkait yang lainnya, baik dalam pemberian fasilitas, sarana, dan prasarana, maupun dukungan anggaran dalam menemukan vaksin corona dalam negeri. Dengan begitu vaksin terhadap virus tersebut dapat segera ditemukan.
Baca Juga
"Mendorong peneliti, perguruan tinggi, maupun lembaga yang sedang memproses produksi vaksin untuk tidak segan belajar dari negara lain, namun tetap membuat vaksin yang ampuh dan sesuai terhadap virus corona yang berkembang di Indonesia," jelas Bamsoet.
Sementara, peneliti dan ahli farmasi perlu untuk memastikan kandungan vaksin yang dibuat aman dan mempunyai daya sembuh yang tinggi. "Serta tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi penggunanya," tutup Bamsoet. (Knu)