MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan doa bersama untuk memperingati 100 hari penyerangan terhadap Novel Baswedan. Atas kejadian itu, hingga kini Novel masih dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura.
Selain para pegawai, hadir pula Ketua KPK Agus Rahardjo dan istri dari Novel Baswedan, Rina Emilda.
Salah satu pegawai KPK yang memimpin doa bersama mengatakan bahwa keluarga besar KPK berkumpul dan berdoa sebagai wujud keprihatinan atas teror yang menimpa Kasatgas kasus korupsi e-KTP tersebut.
"Dan sekarang tepat 100 hari sejak penyerangan subuh 11 April 2017 lalu dan sampai hari ini pula bayangan pelaku belum nampak. Dan kita hari ini berdiri tegak di sini, sebagai bukti Novel tidak sendiri, kita bersama Novel melawan ketidakadilan ini," tegas dia.
Sementata itu, dalam pidatonya Ketua KPK Agus Rahardjo berharap agar pelaku dan aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap Novel dapat segera terungkap.
"Kita sudah bertemu dengan kepolisian dua kali, yang kali kedua dihadiri oleh Kapolri sendiri," kata Agus.
Agus menjelaskan, dalam pertemuan tersebut pihak kepolisian meminta diizinkan datang ke Singapura untuk mengecek kondisi, sekaligus memberi rasa aman, dan nyaman terhadap Novel.
"Bahkan, saya bersedia mendampingi untuk kemudian juga memberikan rasa nyaman dan aman pada keluarga kita, saudara Novel," katanya.
Kemudian, Agus melanjutkan bahwa KPK akan menanyakan kepada pihak kepolisian mengenai perkembangan proses penanganan kasus yang hingga kini belum menemukan titik terang tersebut.
"Nah, biasanya kalau perkembangan itu akan lebih efektif nanti berbicara empat mata. Biasanya, mudah-mudahan itu akan kita lakukan dalam waktu cepat. Hasilnya juga akan kita bisa capai dalam waktu yang tidak terlalu lama," ucap Agus.
"Saudara sekalian, mari kita tetap berdoa kepada Allah untuk saudara kita, saudara Novel. Semoga Tuhan membimbing kita," tandasnya. (Pon)
Baca juga berita terkait KPK lainnya di: Koalisi Selamatkan KPK Gugat Hak Angket DPR Ke MK