ANAK-anak yang terlahir dengan kondisi celah bibir tidak sempurna akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Walaupun telah melakukan rangkaian operasi sekalipun. Terkait hal ini, organisasi Smile Train memberdayakan para tenaga ahli medis dalam negeri dengan pelatihan, pendanaan, dan sumber daya untuk memberikan operasi celah gratis.
Para tenaga ahli medis juga diberikan pelatihan dan perawatan celah yang komprehensif untuk anak-anak di seluruh dunia. Smile Train juga menyediakan akses ke berbagai layanan perawatan celah seperti program nutrisi, ortodontik, terapi wicara dan dukungan sosial-emosional.
Baca juga:
"Celah bibir dan langit merupakan kondisi terdapat celah di antara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan langit pada masa perkembangan janin," ujar drg. Andi S. Budihardja SpBM(K), dokter spesialis bedah mulut saat memberikan edukasi media di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Kamis (30/1).
Terapi wicara sangat disarankan diberikan kepada pasien untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri. Terapi dapat dilakukan setidaknya dua minggu setelah operasi apabila pasien dinyatakan sehat dan mampu mengikuti rangkaian terapi, serta mendapat persetujuan dari dokter terkait.
Baca juga:
Tips Simpel Melindungi Anak agar Terhindar dari Berbagai Penyakit
"Pada umumnya terapi wicara dilakukan agar pasien dapat mengembangkan keterampilan artikulasi, mempelajari keterampilan bahasa ekspresif, meningkatkan pengucapan huruf dan konsonan, serta meningkatkan perbendaharaan kata," jelas Rita Rahmawati, S.Pd, SST.TW, M.P.H, terapis wicara yang juga hadir pada kesempatan itu.
Lanjut Rita, Setiap pasien akan mendapatkan pelatihan terapi wicara yang berbeda. Untuk lamanya terapi, kembali lagi kepada kemampuan masing-masing pasien. Bisa lebih lama atau lebih cepat.
Selain itu, model sekaligus Brand Ambassador Smile Train Indonesia, Bunga Jelitha berharap setiap penderita celah bibir dan celah langit di Indonesia memiliki peluang sama untuk dapat kembali hidup normal. "Masih banyak masyarakat di berbagai penjuru Indonesia yang belum mendapat perawatan komprehensif untuk celah bibir dan celah langit," pungkas Bunga Jelitha. (ikh)
Baca juga:
Cinta Anak-Anak, Bunga Jelitha Jadi Duta Smile Train Indonesia