Kesehatan

Peduli Terhadap Anak Penderita Celah Bibir

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 31 Januari 2020
Peduli Terhadap Anak Penderita Celah Bibir

Edukasi media yang dihelat Smile Train (Foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK-anak yang terlahir dengan kondisi celah bibir tidak sempurna akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Walaupun telah melakukan rangkaian operasi sekalipun. Terkait hal ini, organisasi Smile Train memberdayakan para tenaga ahli medis dalam negeri dengan pelatihan, pendanaan, dan sumber daya untuk memberikan operasi celah gratis.

Para tenaga ahli medis juga diberikan pelatihan dan perawatan celah yang komprehensif untuk anak-anak di seluruh dunia. Smile Train juga menyediakan akses ke berbagai layanan perawatan celah seperti program nutrisi, ortodontik, terapi wicara dan dukungan sosial-emosional.

Baca juga:

Kok Bisa Seriawan di Gusi? Kenali Penyebabnya!

"Celah bibir dan langit merupakan kondisi terdapat celah di antara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan langit pada masa perkembangan janin," ujar drg. Andi S. Budihardja SpBM(K), dokter spesialis bedah mulut saat memberikan edukasi media di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Kamis (30/1).

Dokter Andi (Foto: Istimewa)

Terapi wicara sangat disarankan diberikan kepada pasien untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri. Terapi dapat dilakukan setidaknya dua minggu setelah operasi apabila pasien dinyatakan sehat dan mampu mengikuti rangkaian terapi, serta mendapat persetujuan dari dokter terkait.

Baca juga:

Tips Simpel Melindungi Anak agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

"Pada umumnya terapi wicara dilakukan agar pasien dapat mengembangkan keterampilan artikulasi, mempelajari keterampilan bahasa ekspresif, meningkatkan pengucapan huruf dan konsonan, serta meningkatkan perbendaharaan kata," jelas Rita Rahmawati, S.Pd, SST.TW, M.P.H, terapis wicara yang juga hadir pada kesempatan itu.

Bunga Jelitha ingin semua anak-anak penderita celah bibir mendapatkan penanganan yang tepat (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Lanjut Rita, Setiap pasien akan mendapatkan pelatihan terapi wicara yang berbeda. Untuk lamanya terapi, kembali lagi kepada kemampuan masing-masing pasien. Bisa lebih lama atau lebih cepat.

Selain itu, model sekaligus Brand Ambassador Smile Train Indonesia, Bunga Jelitha berharap setiap penderita celah bibir dan celah langit di Indonesia memiliki peluang sama untuk dapat kembali hidup normal. "Masih banyak masyarakat di berbagai penjuru Indonesia yang belum mendapat perawatan komprehensif untuk celah bibir dan celah langit," pungkas Bunga Jelitha. (ikh)

Baca juga:

Cinta Anak-Anak, Bunga Jelitha Jadi Duta Smile Train Indonesia

#Celah Bibir #Kesehatan #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan