MerahPutih.com - Di balik deretan masalah yang ditimbulkan pandemi COVID-19 berkepanjangan, diyakini ada sisi positif yang bisa dipetik.
Hal ini diyakini oleh ustaz Saiful Islam Mubarak saat memandu acara Tadarus Alquran di Masa Pandemi COVID-19 Bagi ASN di lingkungan Pemkot Bandung secara virtual.
Baca Juga
Aturan Baru PPKM Kota Bandung, Tempat Hiburan Belum Bisa Buka
"Apabila belum tahu, jelas kita harus beriman pada Allah SWT. Tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Paling tidak, ketika belum tahu manfaatnya, kita sadar bahwa kita sebagai makhluk yang bodoh dan kita serahkan segala-galanya kepada Allah SWT," katanya di Bandung, Sabtu (21/8)
Jika ditafakuri, ia melanjutkan, pandemi di samping mengganggu kesehatan, ketenangan, ketenteraman, juga mengurangi aktivitas kemaksiatan.
"Dengan pandemi, orang durhaka tidak bebas. Bahkan tempat maksiat juga dikosongkan," tuturnya.
Saiful mengungkapkan, padahal sebelum pandemi, para ulama dan mubalig selalu mengimbau dan mengingatkan agar kemaksiatan dihentikan. Namun ternyata masih kurang berpengaruh.
"Tapi ternyata dengan makhluk yang sangat kecil tak terlihat bisa berhenti. Kita sebagai orang yang beriman tentunya jadikan semua itu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT," pesannya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandung, Eric M. Attauriq mengatakan, guna mewujudkan visi Kota Bandung yang Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis memiliki misi. Misi ini yakni dengan membangun masyarakat yang humanis, agamis, berkualitas, dan berdaya saing.
Eric menyampaikan ajaran agama bukan hanya dijadikan kegiatan ritual semata, tetapi juga diimplementasikan ke dalam pencapaian pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sosial kemasyarakatan.
"Bagi umat Islam salah satu bentuk mengamalkan ajaran Islam adalah menjadikan Alquran sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Eric berharap Tadarus Alquran yang dilaksanakan rutin setiap Jumat pagi diharapkan lebih mendekatkan Alquran kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
"Selain membacanya dengan baik dan benar, juga menggali isi kandungan Alquran sehingga mendapatkan pahala dengan membacanya. Juga diharapkan mampu melaksanakan ajaran yang terkandung dalam Alquran dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Ia mengatakan, pada masa pandemi COVID-19, kegiatan tadarus ini sangat bermanfaat. Karena tidak saja berikhtiar secara lahiriyah dalam hal penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, tetapi dalam hal ikhtiar secara batiniah melalui kegiatan Tadarus Alquran. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga