MerahPutih.com - Gunung Anak Krakatau masih terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya hingga Senin (24/8) pagi.
Terbaru, gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu memuntahkan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak, atau 407 meter di atas permukaan laut
Imbasnya, Badan Geologi Kementerian ESDM langsung mengeluarkan peringatan keras larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Baca juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali dalam Sehari, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
Erupsi Terbaru Senin 24 Agustus 09.41 WIB
Dikonfirmasi awak media, Senin (24/8), Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebut erupsi terakhir Anak Krakatau terjadi pukul 09.41 WIB tadi.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut,
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, di Jakarta.
Seismogram mencatat amplitudo maksimum 52 milimeter dengan durasi sekitar satu menit 17 detik. Dilansir Antara, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap berada di Level III (Siaga).
Baca juga:
Bahaya Erupsi Anak Krakatau Bukan Kaleng-Kaleng, Warga Dilatih Biar Selamat
Larangan Mendekati Radius 3 KM Anak Krakatau
Badan Geologi menegaskan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak boleh mendekati kawah aktif. Nelayan juga diimbau tidak melaut dalam radius 3 km demi keselamatan.
“Tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” tandas Lana.
Kronologi Erupsi Anak Krakatau Senin Pagi
- 09.41 WIB: Erupsi terjadi, kolom abu setinggi 250 meter.
- Seismogram: Amplitudo 52 mm, durasi 1 menit 17 detik.
- Arah abu: Barat laut, intensitas tebal.
- Status: Level III (Siaga).
- Rekomendasi: Radius aman 3 km, nelayan dilarang masuk.
(*)