MERAHPUTIH.COM — JORGE Messi, ayah dari bintang Inter Miami dan tim nasional Argentina, Lionel Messi, meninggal dunia pada Jumat (7/8). Ia berusia 68 tahun. Jorge, yang juga merupakan agen putranya, meninggal di sebuah rumah sakit di kota kelahirannya, Rosario, Argentina, setelah lama mengalami sakit. Kabar tersebut dikonfirmasi pada Sabtu (8/8).
Seperti dilansir ESPN, keluarga Messi sebelumnya merahasiakan kondisi kesehatan Jorge lalu mengungkapkan bahwa ia tengah mengalami ‘masalah kesehatan’ saat gelaran Piala Dunia Juli lalu.
Setelah mencetak gol dalam laga pembuka Argentina melawan Aljazair pada Juni, Lionel Messi mengatakan emosinya selama dan setelah pertandingan tidak ada hubungannya dengan sepak bola.
"Saya telah melalui beberapa hari yang sulit dan rumit Saya berterima kasih atas dukungan yang saya terima dari rekan-rekan setim dan staf selama masa ini,” ujar Messi.
Sepekan kemudian, keluarga Messi merilis pernyataan yang memberikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi Jorge. "Keluarga Messi menginformasikan bahwa Jorge Messi tengah mengalami masalah kesehatan," ujar pihak keluarga dalam pernyataan tersebut.
Lebih jauh, pihak keluarga menyebut Jorge ada di bawah pengawasan medis, menjalani pemulihan, dan menunjukkan perkembangan yang baik sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Jorge meninggalkan istrinya, Celia, serta empat anak mereka: Lionel, dua kakaknya, Rodrigo dan Matias, serta putri bungsu mereka, María Sol.
Baca juga:
Ucapan Belasungkawa dan Penghormatan dari Dunia Sepak Bola
Newell's Old Boys, klub pertama Messi, menjadi salah satu pihak pertama yang menyampaikan penghormatan kepada Jorge pada Sabtu. "Newell's Old Boys berduka dengan rasa sakit dan kesedihan yang mendalam atas meninggalnya Jorge Messi. Dia merupakan pendukung setia Newell's, seorang pengusaha, sekaligus ayah dari kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi,” kata klub tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pihak Newell’s menyebut Jorge ialah sosok pendukung dan orang yang, bersama istrinya, Celia, memperkuat perjalanan karier pemain terhebat sepanjang masa dengan visi, keteguhan, dan kasih sayang.
"Dukungan tanpa hentinya serta kepemimpinannya di balik layar menjadi bagian fundamental dalam mendampingi setiap langkah perjalanan Lionel,” imbuh mereka.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), melalui pernyataannya, turut menyampaikan belasungkawa dengan penuh hormat dan kasih sayang kepada Lionel.
Pendukung Konstan dan Terbesar Lionel Messi
Jorge Messi berasal dari Rosario. Ia sebelumnya bekerja di sebuah pabrik baja lalu pindah ke Eropa ketika Messi bergabung dengan akademi Barcelona pada 2000.
"Ayah saya selalu berada di sisi saya," kata Lionel Messi dalam wawancara dengan Radio del Plata pada 2007.
"Kadang-kadang saya mengurung diri di kamar untuk menangis ketika kami tiba di Barcelona, atau ayah saya melakukan hal yang sama tanpa sepengetahuan saya, atau mengira saya tidak melihatnya. Kami berpura-pura baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak. Ayah saya bahkan bertanya apa yang ingin saya lakukan ketika kami sedang terpuruk, apakah saya ingin bertahan atau pulang. Saya ingin bertahan, dan dia pun tetap bersama saya,” kenangnya.
Jorge kemudian mengelola karier putranya. Ia lah yang membawa Lionel Messi melewati perjalanan dari Barcelona, Paris Saint-Germain, hingga klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami. Selama periode tersebut, Messi menjadi pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak Barcelona. Ia juga memenangi Ballon d'Or, penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik dunia, sebanyak delapan kali, jumlah terbanyak sepanjang sejarah.
Sementara itu, Messi membawa Argentina tampil di tiga dari empat final Piala Dunia terakhir, termasuk ketika menjuarai turnamen tersebut pada 2022 di Qatar, yang menjadi gelar Piala Dunia pertama dalam kariernya.
Final terbaru berlangsung musim panas ini. Pada usia 39 tahun, Messi membawa La Albiceleste kembali ke partai puncak, tetapi Argentina kalah 0-1 dari Spanyol.
Jorge Messi tidak dapat menghadiri turnamen di Amerika Utara tersebut. Namun, Lionel Messi sempat menghabiskan waktu bersama keluarganya di Rosario setelah turnamen sebelum kembali memperkuat Inter Miami.(dwi)
Baca juga:
Luka Hati Lionel Messi Kalah di Final: Sakitnya Sangat dalam, Butuh Waktu!

