MerahPutih.com - Manchester United termasuk di antara tim-tim yang sedang menelaah potensi kerugian yang mereka alami, terkait pelanggaran aturan keuangan Premier League yang dilakukan Manchester City.
Melalui sebuah pengungkapan yang mengejutkan pada Jumat (25/9), City dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan yang diajukan oleh Premier League.
Tuduhan ini muncul setelah adanya penyelidikan oleh pihak otoritas liga terkait dugaan pelanggaran yang terjadi antara 2009 dan 2018.
Baca juga:
Meski belum jelas sanksi apa yang akan diterima klub tersebut, tetapi muncul dugaan bahwa mereka bisa saja dijatuhi denda, pengurangan poin, atau dikeluarkan dari liga.
Ada pihak yang mengklaim, bahwa klub tersebut bisa saja dicabut gelar-gelar juara masa lalunya dan diserahkan kepada rival mereka. Konsekuensi dari putusan tersebut dapat membawa dampak yang sangat besar.
Manchester United Hitung Potensi Kerugian dari Kasus Manchester City
Menurut laporan The Athletic, para petinggi Manchester United tengah mengkaji bagaimana hal itu dapat berdampak pada mereka.
Laporan tersebut menyebutkan, klub telah melakukan penilaian internal mengenai bagaimana kerugian ekonomi dapat dikaitkan dengan pelanggaran yang dilakukan Manchester City.
Disebutkan pula, bahwa penilaian tersebut berfokus pada tahun-tahun ketika MU terdampak secara langsung.
Hal itu mencakup Premier League 2011/12 dan 2017/18, saat mereka finis di posisi kedua di bawah City.
Baca juga:
Manchester United Selangkah Lagi Punya Stadion Baru Rp 47,4 Triliun, Bisa Tampung 100 Ribu Penonton
MU juga finis di peringkat kelima pada musim 2015/16, sementara City finis di peringkat keempat berkat selisih gol, sekaligus mengungguli Setan Merah dalam perebutan tiket Liga Champions.
Laporan tersebut menambahkan, bahwa sejumlah klub Premier League sedang mempertimbangkan posisi hukum mereka menjelang kemungkinan dijatuhkannya sanksi terhadap City.
Arsenal, Tottenham, Liverpool, dan Manchester United, semuanya telah mengajukan hak untuk menuntut ganti rugi pada tahap awal proses hukum ini.
Manchester City Bantah 114 Tuduhan Pelanggaran Keuangan
Liverpool finis sebagai runner-up di bawah City sebanyak dua kali, yakni pada 2019 dan 2022. Lalu, Arsenal juga menempati posisi kedua di belakang rival mereka tersebut pada 2023 dan 2024.
Klub yang bermarkas di Etihad itu membantah tuduhan tersebut dan diperkirakan akan segera mengajukan banding.
Proses di Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat.
kata salah satu juru bicara Manchester City
“Klub telah dengan tekun menghormati prosedur resmi selama delapan tahun, dengan keyakinan bahwa dewan dan jajaran eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil, serta bebas dari pengaruh partisan," tambahnya.
Investigasi tersebut bermula setelah surat kabar Jerman, Der Spiegel, memublikasikan dokumen keuangan City yang bocor pada November 2018.
Baca juga:
Alexis Mac Allister Frustrasi di Liverpool, Real Madrid Siap Manfaatkan Situasi
Kasus tersebut akhirnya dilimpahkan kepada sebuah komisi independen untuk mengadili tuduhan-tuduhan yang diajukan.
Selama periode yang mencakup tuduhan-tuduhan tersebut, klub berhasil memenangi tiga gelar Premier League, dua gelar Piala FA, empat gelar Piala Carabao, serta Community Shield.
Meskipun kemungkinan pencabutan gelar juara City sempat mencuat, langkah yang dinilai lebih mungkin diambil adalah pengurangan poin yang diberlakukan sejak keputusan tersebut ditetapkan.
Klub tersebut juga menghadapi potensi denda dalam jumlah besar yang mencapai 100 juta poundsterling (Rp 2,3 triliun). (sof)