MerahPutih.com - Era kedua Roberto Mancini bersama timnas Italia dimulai dengan kekalahan kandang yang mengecewakan dari Belgia.
Gol Mika Godts dan Dodi Lukebakio membuat perjuangan mereka di UEFA Nations League 2026/27 menjadi sangat berat.
Italia kembali ditangani Mancini untuk pertama kalinya sejak ia mundur pada 2023, kemudian bersaing bersama Prancis dan Turki di grup UEFA Nations League 2026/27.
Baca juga:
Hasil UEFA Nations League: Gakpo Selamatkan Belanda, Joao Felix Bawa Portugal Menang
Alessandro Bastoni harus absen karena skorsing, sementara Federico Dimarco, Marco Palestra, Bryan Cristante, dan Nicolo Zaniolo, mengalami cedera.
Lalu, untuk pertama kalinya Riccardo Calafiori bermain sebagai bek kiri di timnas, mengikuti peran yang ia jalani di Arsenal. Alessandro Romano juga melakoni debutnya setelah memutuskan pindah kewarganegaraan dari Swiss.
Serangan Italia tak Bikin Belgia Gentar
Belgia tampil untuk pertama kalinya di bawah asuhan pelatih baru Mark van Bommel, tetapi mereka tidak diperkuat Leandro Trossard, Jeremy Doku, dan Andre Onana yang cedera.
Sementara itu, Thibaut Courtois tidak ikut disertakan dalam skuad. Pemain-pemain yang berkiprah di Serie A, yakni Kevin De Bruyne, Charles De Ketelaere, dan Diego Moreira, tampil sebagai starter.
Gianluigi Donnarumma harus melakukan penyelamatan satu tangan untuk menghalau tembakan menyudut De Ketelaere saat laga baru berjalan tujuh menit.
Kemudian, Francesco Pio Esposito melepaskan tembakan yang membentur bagian bawah tiang gawang, meski ia sebenarnya berada dalam posisi offside saat menyambut umpan lambung pendek dari Nicolo Barella.
Moise Kean sempat menguji kiper lawan lewat tembakan jarak jauh, tetapi Belgia justru membuka keunggulan setelah operan Romano yang kurang akurat berhasil dipotong.
Baca juga:
5 Fakta Statistik Jelang Italia vs Belgia: Azzurri Punya Rekor Positif
Umpan terobosan De Bruyne memicu pergerakan Mika Godts, kemudian memotong arah lari ke sisi dalam melewati Gianluca Mancini sebelum menuntaskan peluang lewat tembakan ke arah tiang dekat.
Tak lama, Diego Coppola kehilangan penguasaan bola. Hal itu memaksa Donnarumma melakukan penyelamatan ganda terhadap upaya De Ketelaere dan tembakan susulan Nicolas Raskin.
Donnarumma melakukan penyelamatan refleks yang luar biasa terhadap sundulan bebas Godts di tiang jauh, sementara tembakan menyudut Maxim De Cuyper melintas tepat di depan mulut gawang.
Kean melepaskan tendangan voli yang mengenai jaring samping di tiang jauh menyusul umpan silang apik dari sisi kiri oleh Nicolo Cambiaghi, kemudian Donnarumma sempat menepis tipis bola melengkung kiriman Godts hingga melebar dari tiang gawang, sebelum Nathan Ngoy memanfaatkan operan balik yang buruk namun tembakannya meleset.
Italia Harus Terpuruk di Kandang Sendiri
Beberapa detik setelah pertandingan babak kedua dimulai, Italia mendapatkan peluang emas. Kean melepaskan tendangan voli menyambut umpan silang Cambiaghi, yang memaksa Senne Lammens melakukan penyelamatan sulit dari jarak dekat.
Lammens kembali tampil krusial dengan menggagalkan upaya Pio Esposito di tiang dekat yang menyambut umpan tarik mendatar Cambiaghi dari sisi kiri. Namun, saat Azzurri sedang gencar melancarkan serangan, mereka malah kebobolan gol kedua.
Sempat ada kesempatan bagi Momo Zoma dan Issa Doumbia untuk melakoni debut mereka, tetapi harapan yang tersisa telah pupus akibat gol kedua tersebut.
Baca juga:
Prediksi Italia vs Belgia: Duel Seru 2 Pelatih Baru di UEFA Nations League 2026/27
Davide Frattesi menyambar bola hasil sepak pojok Daniel Maldini dan mengarahkannya melintasi mulut gawang, yang pada akhirnya berujung pada tembakan Riccardo Calafiori yang melenceng tipis.
Pada menit-menit akhir, sebuah sepak pojok mengarah ke Giorgio Scalvini di tiang jauh. Ia melepaskan tembakan yang membentur bagian bawah mistar gawang dari jarak sangat dekat.
Ketegangan sempat terjadi usai peluit akhir antara Donnarumma dan Romelu Lukaku, yang berujung pada pemberian kartu kepada kedua pemain tersebut. (sof)