MerahPutih.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami 20 kali erupsi.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (17/8) kemarin dengan aktivitas vulkanik yang masih berada pada Level III (Siaga).
Baca juga:
Aktivitas Meningkat, Warga Keluhkan 3 Hari Diguyur Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau 24 Jam
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Suwarno, mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif.
Sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam.
kata Suwarno, Selasa (18/8)
Ia menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan dan hembusan masih terekam oleh alat pemantau.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Baca juga:
Bahaya Erupsi Anak Krakatau Bukan Kaleng-Kaleng, Warga Dilatih Biar Selamat
Jadi, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau tidak beraktivitas dalam radius yang telah direkomendasikan oleh otoritas vulkanologi guna menghindari risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.
“Gunung Anak Krakatau masih dalam status level III, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah, Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi cuaca sebelum melaut. (knu)