Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan

Fenomena alam blue fire di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/HO Badan Geologi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena api biru (blue fire) yang muncul di kawasan Kawah Manuk Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, dipicu oleh keluarnya gas vulkanik bersuhu tinggi dengan konsentrasi di atas ambang batas normal.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Rita Susilawati mengatakan fenomena blue fire di Gunung Papandayan sudah teramati pada 24 September 2026.

Nyala api kebiruan tersebut terjadi saat gas belerang bersuhu tinggi yang keluar dari retakan fumarol bereaksi secara kimiawi dengan oksigen di udara bebas.

Hasil pemeriksaan langsung tim ahli Badan Geologi di lapangan menemukan adanya pelepasan gas-gas vulkanik yang melebihi batas aman kesehatan, seperti gas Sulfur Dioksida (SO2) yang mencapai 230 ppm dan Hidrogen Sulfida (H2S) sebesar 120 ppm.

Baca juga:

Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya

Suhu dan konsentrasi gas yang sangat tinggi tersebut dinilai juga mampu membakar material belerang yang menempel di sekitar dinding kawah.

Fenomena blue fire di Papandayan ini sebetulnya bukan yang pertama kali. Badan Geologi mencatat fenomena serupa pernah terjadi di Kawah Baru pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025, sedangkan tahun 2026 ini ditemukan di Kawah Manuk,

katanya.

Ketika ditanya apakah fenomena tersebut sama dengan yang terjadi di Gunung Ijen, dia menjawab bahwa fenomena blue fire di Gunung Papandayan tersebut berbeda dengan Gunung Ijen yang memiliki solfatar berkadar belerang tinggi secara konstan, fenomena di Papandayan tergolong langka dan hanya muncul saat parameter suhu serta konsentrasi gas terpenuhi.

Untuk itu, PVMBG menetapkan jarak rekomendasi aman sejauh 500 meter dari kawah aktif Gunung Papandayan serta melarang adanya aktivitas berkemah di area sensitif gas tersebut demi menjaga keselamatan para pengujung dan pendaki.

Kita memang boleh menikmati fenomena tersebut, tetapi mohon diperhatikan juga rekomendasi tersebut ya demi untuk keamanan kita bersama, terutama karena kawah aktif ini di Gunung Papandayan bisa mengeluarkan gas-gas vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan, seperti itu ya kira-kira,

kata Rita.
#Gunung Berapi #Gunung Papandayan #PVMBG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Suhu dan konsentrasi gas yang sangat tinggi tersebut dinilai juga mampu membakar material belerang yang menempel di sekitar dinding kawah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Gunung Semeru kembali erupsi sejak Selasa, 15 September dini hari.
Frengky Aruan - Selasa, 15 September 2026
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, PVMBG Ingatkan Potensi Erupsi Susulan
Gunung Anak Krakatau masih bertatus siaga pada Senin (7/9). PVMBG mengingatkan potensi erupsi susulan.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, PVMBG Ingatkan Potensi Erupsi Susulan
Berita
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Kondisi Anak Krakatau saat ini, Senin 7 September 2026, masih aktif. Simak data erupsi, kegempaan, sebaran abu dan fakta Krakatau.
ImanK - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Indonesia
Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Terbaru Jam 6 Tadi
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang patut diwaspadai.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Gunung Ile Lewotolok Lembata NTT Erupsi 2 Kali Pagi Ini, Terbaru Jam 6 Tadi
Indonesia
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Status Waspada, Warga Diminta Menjauh
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9).
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Status Waspada, Warga Diminta Menjauh
Indonesia
Penjelasan Ilmiah Erupsi Anak Krakatau Terdengar di Bandung, Tapi DKI Lebih Dekat Tidak
Fenomena dentuman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terdengar jelas hingga Bandung Raya yang jaraknya mencapai 700 Kilometer (KM) memunculkan pertanyaan publik.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Penjelasan Ilmiah Erupsi Anak Krakatau Terdengar di Bandung, Tapi DKI Lebih Dekat Tidak
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
Dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
Bagikan