Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 6 menit lalu
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik

Siswa SMK 1 Jakarta Santap Makan Bergizi Gratis (MBG) Perdana Tahun 2026

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menjadikan data peserta didik dalam sistem Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai acuan penetapan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penyaluran MBG harus didasarkan pada identitas penerima yang jelas dan terverifikasi. Karena itu, sekolah diminta memastikan data peserta didik dalam sistem pemerintah telah diperbarui.

BGN hanya akan memberikan menu ompreng yang by name by address-nya jelas,

kata Sudaryono saat meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar dikutip Rabu (14/10).

Sudaryono mencontohkan, sekolah dengan 500 siswa tidak otomatis mendapatkan alokasi makanan untuk seluruh siswa apabila data yang tercatat dalam sistem Kemendikdasmen menunjukkan jumlah lebih sedikit.

Baca juga:

5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun

Dalam kondisi tersebut, data di sistem menjadi dasar penetapan jumlah penerima manfaat. Kebijakan ini menempatkan akurasi data sebagai salah satu faktor penentu penyaluran MBG.

Ketidaksesuaian data berpotensi membuat jumlah penerima yang diakui dalam sistem berbeda dari jumlah siswa yang hadir atau terdaftar di sekolah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN meminta guru dan kepala sekolah memperbarui identitas peserta didik, termasuk nomor induk siswa dan data sekolah.

Menurut Sudaryono, pembaruan yang masuk ke sistem dapat ditindaklanjuti dalam waktu 1 x 24 jam.

Caranya adalah guru atau kepala sekolah memperbarui data terbaru siswanya. Karena ada nomor induk sekolah dan nomor induk siswanya, itu diperbarui ke sistem. Dalam 1 x 24 jam terbarui, maka kemudian kami menindaklanjuti itu,

ujar politikus Gerindra ini.

Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.

Dengan demikian, ketepatan data tidak hanya menyangkut distribusi makanan di sekolah, tetapi juga kelompok penerima MBG lainnya. Pendataan berbasis identitas diperlukan agar dampak program dapat dipantau, termasuk perkembangan fisik dan kehadiran siswa di sekolah.

Akurasi data menjadi persoalan penting dalam pelaksanaan program. Pemutakhiran data harus memastikan tidak ada penerima yang terlewat hanya karena informasi administratif belum diperbarui, sekaligus mencegah penyaluran makanan yang tidak sesuai dengan jumlah penerima terverifikasi. (*)

#PVMBG #Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 6 menit lalu
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Indonesia
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
BGN menutup dua SPPG di Jawa Tengah, Hal itu tertuang dalam SK Kepala BGN Nomor 63530 Tahun 2026.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
Indonesia
5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun
Makanan yang disajikan secara prasmanan lebih hangat dan segar saat dikonsumsi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
JPPI Minta Pemda Koordinasikan MBG untuk Dorong Usaha dan Buka Lapangan Kerja
JPPI meminta pemda mengoordinasikan program MBG, memetakan kebutuhan pangan, dan mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk membuka lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Pemda Koordinasikan MBG untuk Dorong Usaha dan Buka Lapangan Kerja
Indonesia
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
JPPI meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar program berdampak pada ekonomi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
Indonesia
Misteri Mayat Terborgol di Gedung Kosong Kendal, BGN Bantah Keras Ada Kaitan dengan Program MBG
Heboh penemuan mayat terborgol di gedung kosong Kendal yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cek fakta dan klarifikasi resmi BGN di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Misteri Mayat Terborgol di Gedung Kosong Kendal, BGN Bantah Keras Ada Kaitan dengan Program MBG
Indonesia
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Angka tersebut mengalami penyesuaian seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Mulai Uji Coba MBG Prasmanan, Sebut Makanan Lebih Hangat dan Segar
BGN kini memulai uji coba sistem MBG prasmanan. Menurut BGN, makanan jadi lebih hangat dan segar.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Coba MBG Prasmanan, Sebut Makanan Lebih Hangat dan Segar
Bagikan