Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nasib Si Penjaga Anggota Dewan

Adinda Nurrizki - Kamis, 09 April 2015

MerahPutih Nasional - Delapan tahun sudah seorang pengaman dalam (Pamdal) yang enggan disebutkan namanya ini mengabdi di lembaga DPR. Tugasnya sederhana, mengamankan gedung DPR dari gangguan pihak luar. (Baca: Ini Kisah Pilu Pencuci Bus Transjakarta)

Sesekali ia membukakan pintu ketika anggota DPR masuk ke dalam rumah rakyat itu. Kadang pula ia membukakan pintu mobil hingga melakukan penjagaan saat dikejar-kejar awak media atau seseorang tak dikenal yang hanya sekedar ingin meminta makan siang gratis dari seorang anggota dewan.

Bagi seorang Pamdal, ia tahu betul mana anggota yang baik. Sebab, dari 560 anggota dewan tidak semuanya suka memberi uang untuk sekedar makan siang.

"Ada yang kita buka pintu kabur gitu aja, beda-beda orang, beda-beda karakter juga," katanya membuka cerita, di gedung DPR saat tengah berjaga. (Baca: Berikut Detik-Detik Ibu Tiri Setrika Anak)

Setiap hari ia harus mengamankan setiap lorong bangunan yang berlokasi di Senayan itu. Mereka harus memastikan setiap lorong aman. Meski seluruh Pamdal berjumlah 300 orang, mereka tidak sempat bergantian tidur. Bahkan, kalau saat pembahasan anggaran, mereka juga harus berjaga hingga pukul 04.00 pagi.

"Kalau piket susah. Kecuali sudah dikunci semua, stand by di satu tempat bisa (tidur). Kalau di tempat gini gantian tidur susah, orangnya sudah pas," kata dia.

Setiap bulan, Pamdal menerima gaji Rp3,1 juta. Itupun menuntut perjuangan cukup lama. Pasalnya, tiap tahun kenaikan gaji mereka hanya Rp50.000. (Baca: Kisah Pilu Kuli Panggul Beras)

Belum lagi, kata Pamdal yang memiliki anak 3 ini, ancaman pemecatan bisa terjadi setiap saat karena hanya tenaga out sourching. Baru saja, tiga rekan mereka terpaksa dirumahkan lantaran hamil.

"Kemarin hamil, orang diberhentikan. Padahal cleaning service masih bisa," kata pria itu. (Baca: Kisah Pilu Bayi Kembar yang Terlantar)

Harapannya sederhana, ia bisa bekerja dengan tenang tanpa bayang-bayang PHK. Ia menawarkan, seluruh Pamdal berada di bawah naungan koperasi sehingga bisa menjadi bagian dari karyawan DPR. (mad)

Baca Artikel Asli