Nasib Si Penjaga Anggota Dewan

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Kamis, 09 April 2015
Nasib Si Penjaga Anggota Dewan

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Delapan tahun sudah seorang pengaman dalam (Pamdal) yang enggan disebutkan namanya ini mengabdi di lembaga DPR. Tugasnya sederhana, mengamankan gedung DPR dari gangguan pihak luar. (Baca: Ini Kisah Pilu Pencuci Bus Transjakarta)

Sesekali ia membukakan pintu ketika anggota DPR masuk ke dalam rumah rakyat itu. Kadang pula ia membukakan pintu mobil hingga melakukan penjagaan saat dikejar-kejar awak media atau seseorang tak dikenal yang hanya sekedar ingin meminta makan siang gratis dari seorang anggota dewan.

Bagi seorang Pamdal, ia tahu betul mana anggota yang baik. Sebab, dari 560 anggota dewan tidak semuanya suka memberi uang untuk sekedar makan siang.

"Ada yang kita buka pintu kabur gitu aja, beda-beda orang, beda-beda karakter juga," katanya membuka cerita, di gedung DPR saat tengah berjaga. (Baca: Berikut Detik-Detik Ibu Tiri Setrika Anak)

Setiap hari ia harus mengamankan setiap lorong bangunan yang berlokasi di Senayan itu. Mereka harus memastikan setiap lorong aman. Meski seluruh Pamdal berjumlah 300 orang, mereka tidak sempat bergantian tidur. Bahkan, kalau saat pembahasan anggaran, mereka juga harus berjaga hingga pukul 04.00 pagi.

"Kalau piket susah. Kecuali sudah dikunci semua, stand by di satu tempat bisa (tidur). Kalau di tempat gini gantian tidur susah, orangnya sudah pas," kata dia.

Setiap bulan, Pamdal menerima gaji Rp3,1 juta. Itupun menuntut perjuangan cukup lama. Pasalnya, tiap tahun kenaikan gaji mereka hanya Rp50.000. (Baca: Kisah Pilu Kuli Panggul Beras)

Belum lagi, kata Pamdal yang memiliki anak 3 ini, ancaman pemecatan bisa terjadi setiap saat karena hanya tenaga out sourching. Baru saja, tiga rekan mereka terpaksa dirumahkan lantaran hamil.

"Kemarin hamil, orang diberhentikan. Padahal cleaning service masih bisa," kata pria itu. (Baca: Kisah Pilu Bayi Kembar yang Terlantar)

Harapannya sederhana, ia bisa bekerja dengan tenang tanpa bayang-bayang PHK. Ia menawarkan, seluruh Pamdal berada di bawah naungan koperasi sehingga bisa menjadi bagian dari karyawan DPR. (mad)

#Komisi I DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Latsarmil Dinilai Tak Relevan, Anggota Komisi I DPR Minta Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Difokuskan ke Manajerial
TB Hasanuddin mengusulkan penghapusan Latihan Dasar Kemiliteran bagi calon manajer KDMP. Langkah itu dinilai dapat menghemat sekitar Rp 30 juta per peserta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Latsarmil Dinilai Tak Relevan, Anggota Komisi I DPR Minta Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Difokuskan ke Manajerial
Indonesia
Komisi I DPR Bentuk Panja RUU Keamanan Siber, Sukamta Ditunjuk Jadi Ketua
Panja akan terdiri dari lima pimpinan dan 18 anggota.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Komisi I DPR Bentuk Panja RUU Keamanan Siber, Sukamta Ditunjuk Jadi Ketua
Indonesia
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan menyuarakan penolakan terhadap keputusan Israel tersebut di berbagai forum internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Israel Caplok Masjid Ibrahimi di Tepi Barat, Komisi I DPR Serukan Penolakan
Indonesia
AS Kembali Serang Iran, DPR Desak Pemerintah Indonesia Pimpin Seruan Gencatan Senjata
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendesak pemerintah Indonesia mendorong PBB dan komunitas internasional untuk menghentikan konflik AS-Iran.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
AS Kembali Serang Iran, DPR Desak Pemerintah Indonesia Pimpin Seruan Gencatan Senjata
Indonesia
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Wakil Ketua Komisi I DPR RI meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik AS dan Iran, termasuk soal pasokan energi dan keamanan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Indonesia
DPR Puji Pembebasan 9 WNI dari Israel, Sebut Diplomasi RI Dinilai Efektif
Komisi I DPR mengapresiasi langkah Kemlu RI dalam membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
DPR Puji Pembebasan 9 WNI dari Israel, Sebut Diplomasi RI Dinilai Efektif
Indonesia
DPR Apresiasi Diplomasi RI Usai Pemulangan 9 WNI, Soroti Perlindungan Jurnalis Indonesia
Anggota Komisi I DPR Farah Puteri mengapresiasi langkah cepat pemerintah memulangkan 9 WNI relawan dan jurnalis yang sempat ditahan Israel.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Apresiasi Diplomasi RI Usai Pemulangan 9 WNI, Soroti Perlindungan Jurnalis Indonesia
Indonesia
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendesak pemerintah RI bersikap tegas usai aktivis dan jurnalis Indonesia ditangkap Israel saat menjalankan misi kemanusiaan di perairan internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Indonesia
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
Komisi I DPR berduka atas gugurnya anggota TNI akibat serangan Israel di Lebanon. Ia meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan prajurit.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
Indonesia
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
DPR RI meminta PBB mengevaluasi perlindungan pasukan UNIFIL usai gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Investigasi transparan juga didorong.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
Bagikan