Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Muncul Fenomena Rindu Soeharto, Ini Komentar Sosiolog

Noer Ardiansjah - Senin, 29 Desember 2014

MerahPutih Nasional- Di tepi lain Sosiolog Universitas Gadjah Mada  Muhammad Najib Azca mengatakan kerinduan orang terhadap Soeharto sebagai pemimpin yang pernah di nilai gagal bukanlah hal aneh jika dilihat dalam konteks kondisi Indonesia yang sedang berada dalam masa transisi.

“Saya kira itu bukan sepenuhnya fenomena yang ganjil, fenomena seperti itu acap terjadi dalam negara yang sedang mengalami fase transisi dimana pada satu titik tertentu ada kejenuhan, dimana proses demokratisasi yang berlangsung menemui kegagalan-kegagalan dan orang menengok ke masa lalu. Dan pada saat itu orang melihat figur pada masa lampau yang pernah menyediakan ketertiban dan kesejahteraan," kata Najib seperti dilansir dari BBC Indonesia.  

Najib menganalisa kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh elit politik yang menjadi pendukung Soeharto untuk kembali mengangkat namanya. Najib memperkirakan kondisi yang terjadi belakangan ini merupakan upaya yang dilakukan oleh  orang-orang dekat Soeharto untuk  membersihkan nama Soeharto dalam sejarah.

“Saya memang tidak melihat ini sebagai ancaman yang gawat, tetapi mereka paling tidak ingin membalikkan sejarah bahwa Soeharto atau keluarga Soeharto tidak tertulis dengan catata noda yang kelam dalam sejarah Indonesia,” tandas Najib.

Sebagian masyarakat Indonesia kembali merindukan sosok Presiden RI kedua Soeharto. Kerinduan publik terhadap penguasa Orde Baru dipicu karena kondisi ekonomi saat ini  kurang baik serta adanya kegagalan dari cita-cita reformasi.

Kerinduan publik terhadap Jenderal bintang lima tercermin dengan munculnya kaos dan sticker  yang bergambar Soeharto. Kaos-kaos yang bertuliskan "Piye Kabare? Enak Jamanku To" mulai ramai  di dagangkan diberbagai pasar di seantoro Provinsi Jawa Tengah.

Di jagad dunia maya sendiri muncul akun twitter @SuaraCendana_RI. Akun tersebut bersama dengan  pengikutnya mendeklarasikan Komunitas Suara Cendana (KSC). Sejumlah tokoh nasional sebut saja  Mayjen Asril Hamzah Tanjung didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina. 

Sedangkan Putra mendiang  Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra melalui akun twitternya @TommySoeharto62  juga kerap  menuangkan ide bersama pengguna jejaring sosial untuk kembali membumikan ide gagasan dan  pikiran Presiden Soeharto.  (MP/BHD)

 

Baca Artikel Asli