MerahPutih Nasional- Di tepi lain Sosiolog Universitas Gadjah Mada Muhammad Najib Azca mengatakan kerinduan orang terhadap Soeharto sebagai pemimpin yang pernah di nilai gagal bukanlah hal aneh jika dilihat dalam konteks kondisi Indonesia yang sedang berada dalam masa transisi.
“Saya kira itu bukan sepenuhnya fenomena yang ganjil, fenomena seperti itu acap terjadi dalam negara yang sedang mengalami fase transisi dimana pada satu titik tertentu ada kejenuhan, dimana proses demokratisasi yang berlangsung menemui kegagalan-kegagalan dan orang menengok ke masa lalu. Dan pada saat itu orang melihat figur pada masa lampau yang pernah menyediakan ketertiban dan kesejahteraan," kata Najib seperti dilansir dari BBC Indonesia.
Najib menganalisa kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh elit politik yang menjadi pendukung Soeharto untuk kembali mengangkat namanya. Najib memperkirakan kondisi yang terjadi belakangan ini merupakan upaya yang dilakukan oleh orang-orang dekat Soeharto untuk membersihkan nama Soeharto dalam sejarah.
“Saya memang tidak melihat ini sebagai ancaman yang gawat, tetapi mereka paling tidak ingin membalikkan sejarah bahwa Soeharto atau keluarga Soeharto tidak tertulis dengan catata noda yang kelam dalam sejarah Indonesia,” tandas Najib.
Sebagian masyarakat Indonesia kembali merindukan sosok Presiden RI kedua Soeharto. Kerinduan publik terhadap penguasa Orde Baru dipicu karena kondisi ekonomi saat ini kurang baik serta adanya kegagalan dari cita-cita reformasi.
Kerinduan publik terhadap Jenderal bintang lima tercermin dengan munculnya kaos dan sticker yang bergambar Soeharto. Kaos-kaos yang bertuliskan "Piye Kabare? Enak Jamanku To" mulai ramai di dagangkan diberbagai pasar di seantoro Provinsi Jawa Tengah.
Di jagad dunia maya sendiri muncul akun twitter @SuaraCendana_RI. Akun tersebut bersama dengan pengikutnya mendeklarasikan Komunitas Suara Cendana (KSC). Sejumlah tokoh nasional sebut saja Mayjen Asril Hamzah Tanjung didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina.
Sedangkan Putra mendiang Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra melalui akun twitternya @TommySoeharto62 juga kerap menuangkan ide bersama pengguna jejaring sosial untuk kembali membumikan ide gagasan dan pikiran Presiden Soeharto. (MP/BHD)