Polemik Macklemore, Ed Sheeran Minta Maaf dan Akui Kondisi di Gaza Membuatnya Terpukul

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Polemik Macklemore, Ed Sheeran Minta Maaf dan Akui Kondisi di Gaza Membuatnya Terpukul

Ed Sheeran buka suara terkait tur. (Foto: dok/ed sheeran)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ED Sheeran akhirnya buka suara secara langsung mengenai situasi di Gaza sekaligus kontroversi yang menyeret nama Macklemore dalam rangkaian Loop Tour. Pernyataan tersebut disampaikan Sheeran saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9). Itu merupakan konser pertamanya setelah polemik mengenai keluarnya Macklemore dan sejumlah musisi pendukung dari tur tersebut.

Di hadapan penonton, Sheeran mengatakan kondisi yang terjadi di Gaza telah membuatnya terpukul. Ia menyebut skala kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil, termasuk anak-anak, sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan.

"Hatiku hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk nyawa anak-anak," ujar Sheeran dalam konser tersebut. Ia juga menyebut situasi di Gaza sebagai sesuatu yang katastrofik dan tidak dapat dibenarkan.

Pernyataan itu menjadi momen penting setelah selama beberapa hari Sheeran berada di tengah kontroversi terkait keputusan mengeluarkan Macklemore dari sisa rangkaian tur Amerika Serikat. Macklemore sebelumnya menjadi perhatian setelah menyampaikan dukungan terhadap Palestina dari atas panggung dalam konser di MetLife Stadium, New Jersey, pada awal September.

Baca juga:

Ed Sheeran Ngaku Salah, Keliru Batalkan Macklemore yang Pro-Palestina



Dalam penampilannya, Macklemore menyampaikan pesan dukungan kepada masyarakat Gaza dan wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pernyataan tersebut kemudian memicu keberatan dari pihak-pihak yang terkait dengan sejumlah venue tempat Loop Tour dijadwalkan berlangsung. Sheeran sebelumnya mengatakan keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan merupakan keputusan promotor tur.

Kontroversi itu kemudian berkembang ketika sejumlah musisi yang dijadwalkan menjadi penampil pendukung dalam tur Sheeran memutuskan mundur. Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham menyatakan keluar dari rangkaian pertunjukan tersebut setelah Macklemore tidak lagi menjadi bagian dari tur.

Sebelum tampil di Philadelphia, Sheeran sebenarnya sudah memberikan pernyataan melalui media sosial. Ia mengatakan memiliki pandangan pribadi mengenai konflik Israel-Palestina, tetapi memilih untuk tidak menjadikannya sebagai bagian dari pertunjukan musiknya. Menurut Sheeran, penonton datang ke konser untuk menikmati musik dan bukan menghadiri forum politik.

Namun, situasi berubah ketika ia akhirnya berbicara mengenai Gaza dari atas panggung. Sheeran juga mengakui bahwa dirinya harus mengambil sejumlah keputusan sulit dan menyebut dirinya melakukan kesalahan.

"Saya harus mengambil dan membuat keputusan-keputusan sulit, dan saya melakukan kesalahan. Saya benar-benar, benar-benar meminta maaf atas kesalahan tersebut," kata Sheeran kepada penonton di Philadelphia.

Ia kemudian menegaskan ia tidak ingin mengecewakan penggemar maupun orang-orang yang bekerja dalam tur tersebut. Sheeran juga mengatakan ia tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tetapi perkembangan kontroversi ini telah menempatkannya di tengah perdebatan mengenai kebebasan berbicara dan konflik yang kompleks.

Di luar lokasi konser, sekelompok demonstran pro-Palestina berkumpul sebelum pertunjukan dimulai. Aksi tersebut berlangsung ketika Sheeran bersiap kembali ke panggung setelah hampir sepekan polemik yang membuat susunan penampil Loop Tour berubah.

Sementara itu, Macklemore juga mengambil sikap lanjutan setelah dikeluarkan dari tur. Rapper tersebut mengumumkan komitmen donasi sebesar USD 1 juta untuk mendukung upaya bantuan bagi Palestina dan meminta Robert Kraft, salah satu pemilik venue yang dikaitkan dengan keberatan terhadap penampilannya, untuk menyamai jumlah tersebut.

Dengan pernyataan di Philadelphia tersebut, Sheeran untuk pertama kalinya secara terbuka membicarakan penderitaan di Gaza di atas panggung sejak kontroversi Macklemore mencuat. Di saat yang sama, ia tetap menggambarkan konsernya sebagai ruang untuk persatuan dan kemanusiaan, bukan forum politik, sementara perdebatan mengenai kebebasan berekspresi dalam industri musik terus mengikuti perjalanan Loop Tour.(Far)



Baca juga:

Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan

#Ed Sheeran #Musik #Macklemore
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Tsaqib Rilis 'Maju Satu Satu', Lagu Romantis tentang Bertahan Bersama
Lagu ini membawa cerita tentang cinta, kebahagiaan, serta keinginan untuk menjalani kehidupan bersama orang yang dicintai hingga akhir.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Tsaqib Rilis 'Maju Satu Satu', Lagu Romantis tentang Bertahan Bersama
ShowBiz
Sajama Cut Perluas 'Cowabunga' lewat Edisi Deluxe dan Tujuh Interpretasi Baru
Cowabunga Deluxe dirilis sebagai paket double CD pada 11 September 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Sajama Cut Perluas 'Cowabunga' lewat Edisi Deluxe dan Tujuh Interpretasi Baru
ShowBiz
'Cheeks', Lagu Cinta yang Mengantar Kembalinya The Nerverackers
'Cheeks' kemudian berkembang menjadi lebih daripada sekadar lagu cinta.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
'Cheeks', Lagu Cinta yang Mengantar Kembalinya The Nerverackers
ShowBiz
Bukan Lagi Soal Bertahan, 'Ritual' David Kushner Ungkap Titik Lelah Sebuah Hubungan
David Kushner menghadirkan 'Ritual', lagu bernuansa dark pop tentang hubungan yang terjebak dalam lingkaran luka, konflik, kelelahan, dan pengorbanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi Soal Bertahan, 'Ritual' David Kushner Ungkap Titik Lelah Sebuah Hubungan
ShowBiz
Jelang 27 Tahun Berkarya, Mocca Akhirnya Bawa 'The Unforgotten Tour' ke Cina
Menjelang 27 tahun berkarya, Mocca menggelar The Unforgotten Tour di empat kota Cina pada 24-27 September 2026 bersama Handshake Records.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Jelang 27 Tahun Berkarya, Mocca Akhirnya Bawa 'The Unforgotten Tour' ke Cina
ShowBiz
Kunto Aji dan Deretan 'Side Quest': dari Linmas hingga Melantunkan Macapat di Hadapan Sri Sultan
Kunto Aji kembali menjalani “side quest” di luar musik dengan melantunkan tembang macapat di hadapan Sri Sultan dalam pembukaan FKY 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Kunto Aji dan Deretan 'Side Quest': dari Linmas hingga Melantunkan Macapat di Hadapan Sri Sultan
ShowBiz
Idgitaf Raih 6 Nominasi AMI Awards 2026, Berkat Album 'Berusaha di Bawah Hujan'
Idigitaf meraih enam nominasi di AMI Awards 2026. Ia pun bangga dan bersyukur atas pencapaiannya itu.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Idgitaf Raih 6 Nominasi AMI Awards 2026, Berkat Album 'Berusaha di Bawah Hujan'
ShowBiz
AMI Awards 2026 Hadirkan 4 Kategori Baru, Cerminkan Perkembangan Musik Indonesia
AMI Awards 2026 menghadirkan empat kategori baru dari total 67 kategori. Simak alasan penambahan kategori dan 5.360 lagu yang didaftarkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
AMI Awards 2026 Hadirkan 4 Kategori Baru, Cerminkan Perkembangan Musik Indonesia
ShowBiz
AMI Awards 2026 Bawa 4 Kategori Baru, Simak Daftar Musisi yang Masuk Nominasi
AMI Awards 2026 mengumumkan 67 kategori nominasi dengan tema 'Ruang Nada Nusantara'. Simak daftar nominasi dan 4 kategori baru tahun ini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
AMI Awards 2026 Bawa 4 Kategori Baru, Simak Daftar Musisi yang Masuk Nominasi
ShowBiz
King Nassar Hadirkan 'Astaga Naga', Dangdut dan Kisah Cinta yang Membingungkan
Lagu ini juga mengangkat kisah asmara yang diwarnai perasaan bimbang dan ketidakpastian.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
King Nassar Hadirkan 'Astaga Naga', Dangdut dan Kisah Cinta yang Membingungkan
Bagikan