MERAHPUTIH.COM - KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta seluruh peserta Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menjaga komitmen terhadap nilai-nilai dasar Muhammadiyah yang telah diwariskan sejak awal pendirian persyarikatan. Menurutnya, seluruh amal usaha dan gerakan Muhammadiyah dibangun di atas komitmen menjalankan nilai ibadah sekaligus nilai-nilai organisasi yang telah teruji oleh perjalanan sejarah.
Hal itu diungkapkan Haedar saat membuka Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat (7/8/). Muktamar sendiri berlangsung pada 6-8 Agustus.
Agenda utama muktamar yakni laporan pertanggungjawaban kepemimpinan, pembahasan isu-isu strategis organisasi, penyusunan program kerja, serta pemilihan kepemimpinan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030.
Menurutnya, tradisi musyawarah merupakan ruh yang harus terus dijaga dalam setiap Muktamar Muhammadiyah dan organisasi otonom. "Jadikan forum-forum Muktamar kita sungguh-sungguh untuk wasyawirhum fil amri. Itulah yang menjadi jiwa muktamar-muktamar kita yang berjalan baik," kata dia.
Baca juga:
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Muktamar ini, kata dia, harus menjadi ruang musyawarah yang melahirkan keputusan terbaik, memperkuat ikatan persaudaraan, serta merumuskan arah gerakan organisasi dalam menjawab tantangan zaman. Haedar menilai Muktamar juga harus menjadi ruang untuk mempererat silaturahim antarkader. Menurutnya, persaudaraan yang dibangun atas dasar nilai dan komitmen ideologi Muhammadiyah merupakan fondasi penting dalam menjaga kekuatan organisasi. “Pandangan yang tumbuh di lingkungan Muhammadiyah, 'Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, maupun organisasi otonom lainnya, mengingatkan bahwa seluruh perbedaan tersebut harus dipersatukan kasih sayang dan semangat kolektivitas,” paparnya.
Dia menambahkan semangat musyawarah yang dilandasi ilmu, persaudaraan, dan kasih sayang akan menjadi modal utama bagi Nasyiatul Aisyiyah untuk melahirkan keputusan-keputusan terbaik serta memperkuat perannya dalam dakwah, pemberdayaan perempuan muda, dan kemajuan bangsa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari menambahkan Muktamar bukan sekadar forum organisasi untuk memilih kepemimpinan baru, melainkan ruang untuk memperkuat komitmen gerakan sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi menghadapi berbagai perubahan zaman. Ia menegaskan perempuan muda saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, perubahan dinamika keluarga, meningkatnya persoalan kesehatan mental generasi muda, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis iklim.
Kondisi tersebut menuntut Nasyiatul Aisyiyah untuk terus beradaptasi dan menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Semua itu menuntut organisasi perempuan muda seperti Nasyiatul Aisyiyah untuk tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu membaca zaman, beradaptasi, berinovasi untuk dakwah berkemajuan," kata dia.
Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah Monica Subastia mengatakan sebanyak 875 peserta resmi mengikuti Muktamar yang berasal dari unsur pimpinan wilayah hingga pimpinan cabang Nasyiatul Aisyiyah.
“Dalam pembukaan Muktamar, tercatat sekitar 6.700 kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah turut hadir memeriahkan agenda empat tahunan ini,” katanya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Gubernur Pramono Sebut Konsep Halalbihalal dari Muhammadiyah Relevan dengan Pembangunan Ibu Kota