Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia

Guruh Soekarnoputra dan perjalanan musiknya. (foto: dok/guruh soekarno putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jauh sebelum namanya dikenal sebagai salah satu tokoh seni dan budaya Indonesia, Guruh Soekarnoputra telah menemukan musik sebagai ruang untuk berbicara.

Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 dengan nama Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra, putra bungsu Soekarno dan Fatmawati ini tumbuh di lingkungan yang dekat dengan kesenian.

Sejak usia muda, musik dan tari telah menjadi bagian dari kesehariannya. Bahkan, Guruh mulai menciptakan lagu ketika berusia sekitar 15 tahun. Salah satu karya awalnya adalah Sepasang Merpati.

Musik sebagai Bagian dari Pertunjukan

Ketertarikan Guruh terhadap musik tidak berhenti pada aktivitas menciptakan lagu. Ia melihat musik sebagai sesuatu yang dapat bergerak bersama bentuk kesenian lainnya.

Guruh mulai mengembangkan gagasan tentang pertunjukan yang mempertemukan musik, tari, gerak, busana, dan unsur-unsur tradisi. Dari sana, perlahan terbentuk cara pandangnya terhadap musik.

Baginya, musik bukan sekadar bunyi yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari sebuah pertunjukan yang lebih luas.

Pada masa mudanya, Guruh juga bersentuhan dengan skena musik Jakarta. Ia mengenal sejumlah musisi yang kelak menjadi nama penting dalam sejarah musik Indonesia, termasuk Chrisye dan Keenan Nasution.

Pertemanan tersebut kemudian menemukan bentuk yang lebih serius ketika Guruh mulai mengembangkan gagasan musikalnya sendiri.

Baca juga:

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya

Pertemuan dengan Gipsy

Pertengahan dekade 1970-an menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan musikal Guruh. Ia bertemu dan bekerja lebih dekat dengan Gipsy, kelompok yang digawangi sejumlah musisi seperti Keenan Nasution, Chrisye, Oding Nasution, dan Roni Harahap.

Gipsy dikenal dengan pendekatan musik rock progresif. Sementara itu, Guruh datang membawa gagasan yang berbeda: bagaimana musik Barat yang sedang berkembang kala itu dapat berdampingan dengan musik tradisional Indonesia.

Pertemuan gagasan tersebut menjadi bagian penting dari eksplorasi musikal Guruh.

Bagi Guruh, kebudayaan bukan benda yang harus disimpan di masa lalu. Ia justru mencoba membawanya berjalan bersama zaman.

Gamelan, tari tradisional, simbol-simbol Nusantara, serta berbagai bentuk kesenian daerah hadir bukan sebagai ornamen semata, tetapi menjadi bagian dari bahasa yang ia gunakan untuk menciptakan karya.

Dari Guruh Gipsy hingga Berbagai Karya

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut melalui sejumlah album dan pergelaran karya.

Setelah Guruh Gipsy, muncul Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra pada 1979, disusul Untukmu Indonesiaku! pada 1980, Cinta Indonesia pada 1984, dan Gilang Indonesia Gemilang pada 1986.

Pada dekade berikutnya, Guruh masih menghasilkan berbagai rekaman, termasuk Jalan-Jalan Sore (1989), NTXTC (1996), Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra (1998), hingga berbagai kompilasi dan karya berikutnya.

Rentang karya tersebut memperlihatkan perjalanan musikal Guruh yang panjang. Ia tidak menetap pada satu bentuk musik.

Guruh berpindah dari rock progresif, pop, musik pertunjukan, hingga eksplorasi bunyi-bunyian tradisional. Namun, benang merahnya tetap sama: keinginan untuk mencari bentuk modern bagi kebudayaan Indonesia.

Baca juga:

Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati

Ketika Identitas Indonesia Hadir dalam Bunyi dan Gerak

Musik Guruh juga memperlihatkan bahwa identitas Indonesia tidak harus selalu disampaikan melalui bentuk yang sepenuhnya tradisional.

Identitas tersebut dapat muncul melalui aransemen pop, denting piano, permainan gitar elektrik, suara gamelan, koreografi, atau sebuah panggung besar yang mempertemukan banyak unsur kesenian dalam satu pertunjukan.

Karena itu, perjalanan musik Guruh Soekarnoputra tidak mudah dipisahkan dari perjalanan seninya secara keseluruhan.

Ia bukan hanya pencipta lagu yang menghasilkan sejumlah karya populer, melainkan seorang seniman yang berusaha membangun ekosistem kesenian versinya sendiri. (Far)

#Guruh Sukarno Putra #Musik #Musik Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
Menelusuri perjalanan musik Guruh Soekarnoputra, dari menciptakan lagu sejak usia 15 tahun, Gipsy, hingga eksplorasi musik dan tradisi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
ShowBiz
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Ia datang membawa kembali kemewahan, gaya centil, jargon-jargon khas, dan tentu saja tingkah panggung yang sulit ditebak.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
ShowBiz
“Genie” Girls' Generation Tembus 100 Juta Tayangan, Ini Makna dan Lirik Lagunya
Pencapaian tersebut membuat video musik “Genie” menjadi video musik ke-10 milik Girls' Generation yang berhasil melewati angka 100 juta penayangan
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Genie” Girls' Generation Tembus 100 Juta Tayangan, Ini Makna dan Lirik Lagunya
ShowBiz
“Lungiting Asmara” Didi Kempot dan Cerita tentang Rindu yang Mengakar
“Lungiting Asmara” menjadi salah satu karya Didi Kempot yang merepresentasikan kekuatan musik campursari dalam mengolah kisah cinta, kerinduan, dan kesetiaan, simak lirik lagunya
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Lungiting Asmara” Didi Kempot dan Cerita tentang Rindu yang Mengakar
ShowBiz
“Star”, Lagu Pembuka no na yang Merayakan Kepercayaan Diri, Simak Liriknya
“Star” dipilih sebagai trek pembuka yang mengawali perjalanan pendengar menuju keseluruhan cerita dalam album.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Star”, Lagu Pembuka no na yang Merayakan Kepercayaan Diri, Simak Liriknya
Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
ShowBiz
Kim Bum Bakal Sapa Penggemar di Jakarta 24 Oktober 2026, Rayakan 20 Tahun Perjalanan Kariernya
Kim Bum akan menggelar fan meeting di Jakarta pada 24 Oktober 2026. Tur ini menjadi perayaan 20 tahun perjalanan kariernya.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kim Bum Bakal Sapa Penggemar di Jakarta 24 Oktober 2026, Rayakan 20 Tahun Perjalanan Kariernya
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
ShowBiz
Adira Festival 2026 Digelar di Makassar, Tiket Presale Dibanderol Mulai Rp 119 Ribu
Adira Festival 2026 akan digelar di Makassar pada 23-25 September 2026. Ada berbagai musisi yang meramaikan.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Adira Festival 2026 Digelar di Makassar, Tiket Presale Dibanderol Mulai Rp 119 Ribu
Bagikan