Merahputih.com - Internal Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta untuk berbenah diri menyusul munculnya wacana pembubaran MUI di media sosial.
Wacana #BubarkanMUI muncul setelah Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang terduga teroris. Dua dari tiga terduga teroris itu merupakan mantan pengurus MUI pusat dan MUI Bekasi.
Baca Juga:
Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan
Ke depan, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Effendy Choirie meminta rekrutmen pengurus MUI harus betul-betul ketat. Ia meminta orang yang jadi pengurus MUI harus ulama yang memiliki kedalaman ilmu agama dan memiliki wawasan kebangsaan yang utuh.
"Jadi, harus agamawan dan budayawan," kata pria yang biasa disapa Gus Choi ini, Rabu (24/11).
Menurutnya, tagar #BubarkanMUI merupakan kritik yang harus ditanggapi dengan bijak. "Tapi, pandangan saya MUI itu harus berbenah diri dan melakukan konsolidasi internal," ucapnya.
Baca Juga:
Tangkap Farid Okbah cs, Polri Bantah Kriminalisasi Ulama
Yang paling penting dalam pembenahannya, adalah bagaimana pengurus dalam menjalankan proses rekrutmen keanggotaan dan tokoh yang akan dijadikan pengurus MUI baik di tingkat pusat maupun di daerah.
Mantan Sekjen Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) ini mengusulkan agar yang masuk dalam susunan kepengurusan MUI menjalani serangkaian tes terkait. Calon pengurus juga perlu dilihat pendidikan serta track record-nya.
Baca Juga:
Farid Okbah Cs Belum Bisa Ditemui Keluarga
Hal itu penting dilakukan demi menjaga muruah dan nama baik MUI di masa mendatang. Seluruh rakyat Indonesia menginginkan jika MUI bukan asal rekrutmen orang.
"MUI jangan sampai sarang teroris. MUI jangan jadi pemecah belah bangsa. Kasus fatwa Ahok itu berdampak pemecah belah bangsa," papar Gus Choi. (Knu)