Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 17 November 2021
Klaim Farid Okbah Pernah Diundang Jokowi, PDRI Bakal Ajukan Praperadilan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah terduga teroris dicokok Densus Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dalam operasi serentak di tiga tempat berbeda, Selasa (17/11) kemarin. Tim Advokasi Al-Islam yang mendampingi terduga tidak percaya kliennya terlibat aksi terorisme. Kuasa hukum mengklaim mereka yang ditangkap bukan sosok sembarangan.

Koordinator Tim Advokasi Al-Islam, Ismar Syafruddin mengaku sosok Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Ahmad Okbah yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Pondokmelati, Kota Bekasi pernah diundang ke Istana Negara.

Baca Juga:

Densus 88 Gelar Operasi Penangkapan Ketum Partai Dakwah Saat Subuh

Menurut Ismar, Presiden Jokowi bertemu dengan Farid dalam kapasitasnya sebagai penasihat Parmusi. “Beliau pernah diundang oleh Presiden Jokowi, beliau datang ke Istana Negara. Adakah teroris yang begitu?” kata Ismar, kepada wartawan semalam, dikutip Rabu (17/11).

Atas dasar itu, Ismar membantah pernyataan versi kepolisian yang menyatakan Farid mendirikan partai untuk menampung Jamaah Islamiyah. "Nanti saya kasih lihat foto-fotonya (Farid di Istana)," imbuh Ketua Hukum dan HAM PDRI itu

Menurut Ismar, Farid juga pernah mendapat penghargaan dari Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai salah satu guru/dosen di BIN, di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian), di tentara (TNI). "Saya yakin banyak murid beliau yang mempertanyakan. Ini fitnah yang luat biasa,” katanya.

Baca Juga:

Penangkapan Ketum PDRI dan Anggota Komisi Fatwa Bikin Pimpinan MUI Tercengang

Lebih jauh, Ismar menambahkan terduga teroris lainnya yang diamankan Densus 88, Anung Al-Hamat, juga membantah teroris Maman Abdul Rahman sebagai anggota ISIS. Adapun, terduga teroris ketiga yang ditangkap Tim Densus adalah anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah.

“Dr Zain ini kerjanya dakwah dan bikin tulisan (buku) banyak sekali karyanya. Ini sangat menyakitkan kita, dituduh macam-macam, dituduh JI (Jamaah Islamiyah) yang dianggap teroris. Itu perlu kita pertanyakan,” ungkap Kuasa Hukum.

Oleh karena itu, Ismar berencana akan mendaftarkan praperadilan di Pengadilan Negeri Kota Bekasi terkait penangkapan tiga terduga teroris yang dilakukan Densus 88. Mereka juga bakal mengadu ke Kapolri Jendera Listyo Sigit Prabowo, Komisi III DPR hingga Komnas HAM. “Saya sebagai Ketua Hukum dan HAM PDRI, akan melakukan langkah hukum terkait hal ini. Saya akan klarifikasi besok karena ini adalah fitnah dan hoaks,” tutupnya.

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Ahmad Okbah dan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah serta Anung Al-Hamat. Mereka diduga berperan dalam segala sepak terjang organisasi teror Jamaah Islamiyah (JI). (Knu)

Baca Juga:

Dalam 10 Hari, 13 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

#Densus 88 #Teroris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 menyebut pelaku merupakan siswa berinisial R (17).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Penyidik kini menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan WhatsApp serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terpaksa harus dihentikan, karena adanya ancaman bom.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Bagikan