MerahPutih.com - Viral pengusaha Sound Horeg asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang diduga menghina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, pada acara di Stasiun TV akhirnya minta maaf ke publik di kantor MUI Karanganyar.
Pengusaha tersebut adalah Setyo Budi Mularso, pemilik Aeromax. Ia menyampaikan, pernyataannya waktu itu sebagai sebuah kekhilafan.
Saya sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasannya saya khilaf. Dan saya tobat,
kata Budi, Jumat (11/9).
Dia mengaku dinasehati oleh anak dan istrinya terkait pernyataannya yang sempat heboh itu. Dan bisnis di sound horeg kurang efektif untuknya.
Baca juga:
Di sound ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rejeki saya. Saya lebih kehobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara,
katanya.
Dia mengatakan, kedepannya tidak akan mengeluarkan sound horegnya. Dia hanya akan mengeluarkan soundnya dengan spek normal.
Saya punya spek konser. Ini yang spek untuk horek setingan horek, saya lebih baik sudah tidak perlu lagi. Soal rejeki ada yang lain, tidak harus dari situ,
katanya.
Budi mengatakan, pihaknya siap membantu untuk acara yang positif, seperti pengajian.
Kalau ada yang menghendaki, mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo, atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan kita berangkatkan. Bagi saya untuk sedekah,
ucapnya.
Ketua MUI Karanganyar KH Badaruddin, mengatakan sudah memaafkan pernyataan Budi terkait MuI Jatim tersebut. Ia menyebut, Budi telah mengakui kesalahannya.
Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali,
kata Badaruddin.
Permasalahan sound horeg adalah membuat masyarakat tidak tenang. Karena itu akan melanggar norma susila dan norma keagamaan. (Ismail/Jawa Tengah).