Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tak Disangka, Sosok yang Dipercaya Jokowi Lawan Hoaks Ternyata Masih Belia

Wisnu Cipto - Rabu, 10 Oktober 2018

MerahPutih.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jengah dengan maraknya berita hoaks yang beredar di Tanah Air. Orang nomor satu di Indonesia itu pun meminta tolang kepada para pelajar sebagai sosok yang dipercaya memerangi penyebaran kabar bohong (hoaks) di tengah masyarakat.

"Jadi, anak-anak tolong kalau ada hal-hal yang namanya hoaks, kabar bohong, saling mencela, tolong diluruskan, dibetulkan," kata Jokowi, di hadapan para pelajar dalam acara Silaturahmi Presiden RI dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) di Bogor, Rabu (10/10).

AKSI adalah latihan kepemimpinan yang diikuti 340 siswa SMA dan 170 siswa SMK se-Indonesia. Mereka sebagaimana dilansir Antara, terdiri atas ketua OSIS dan ketua seksi kerohanian dari 34 provinsi di Indonesia dan didampingi oleh guru pembina OSIS dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dari tiap sekolah.

Ilustrasi hoaks
Ilustrasi. (Foto: Ist)

"Kita harus sadar betul, jangan sampai kita diadu-adu oleh berbagai kepentingan. Ini berbahaya sekali, apalagi anak-anakku semua pemimpin di sekolah masing-masing baik pemimpin rohaniwan, baik ketua OSIS, kalau tidak bisa mengajak teman-temannya melihat bahwa Indonesia beragam, maka akan berbahaya sekali," imbuh Jokowi.

Menurut Jokowi, peredaran hoaks itu terjadi karena kepentingan politik, misalnya pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden yang terjadi setiap 5 tahun sekali. Dampak dari hoaks ini sampai memecah belah persatuan bangsa.

Jokowi
Presiden Jokowi bersama anak-anak SMA. (ANTARA)

"Pemilihan itu terjadi tiap 5 tahun sekali, tapi kita seperti terpecah-pecah, ini bahaya sekali. Anak-anak harus menyadari ini, perbedaan pilihan biasa dalam demokrasi, silakan memilih bupati A, bupati B silakan atau memilih gubernur A atau B atau C, silakan tapi jangan sampai antarteman tidak saling sapa karena beda pilihan tadi," tutur Kepala Negara.

Presiden pun menegaskan persatuan adalah modal utama Indonesia untuk memenangkan kompetisi dengan negara lain. "Aset terbesar kita adalah persaudaraan, persatuan, dan kerukunan! Tidak ada yang lain, kalau kita bersatu, kita rukun maka kita punya potensi besar akan mengalahkan negara-negara lain dalam kita bersaing," tandas Jokowi. (*)

Baca Artikel Asli