Mentan Bantu Bibit Cengkeh Dorong Rempah-rempah Nunukan

Selasa, 24 Oktober 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Kabupaten Nunukan memberikan bantuan bibit cengkeh untuk mendorong agar wilayah perbatasan dapat mengekspor rempah-rempah ke negara tetangga, seperti Malaysia.

Pada kunjungan kerja ke Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Menteri Amran memfokuskan kinerja untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah di sisa dua tahun pemerintahan Kabinet Kerja.

"Mulai sekarang kembali ke perkebunan dan rempah-rempah. Dulu, 500 tahun lalu, Spanyol, Belanda, Inggris ke Indonesia karena rempah-rempah, bukan karena tambang," kata Amran di Nunukan, Senin (23/10).

Dia mengatakan, selama tiga tahun memimpin Kementerian Pertanian, Indonesia sudah bisa mandiri pangan, bahkan mengekspor beras, jagung, dan bawang merah dari daerah perbatasan, seperti Entikong, Belu, Malaka, dan Merauke.

Karena itu, Kementan fokus untuk mendorong komoditas rempah-rempah seperti cengkeh, lada, biji pala yang unggul sesuai keunggulan wilayah masing-masing.

Amran menyebutkan, Kementan menyediakan bibit cengkeh yang diberikan secara gratis sebanyak 30 juta batang untuk seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara AM Santiaji menyebutkan, bantuan bibit cengkeh yang diberikan untuk Kabupaten Nunukan sebanya 13 ribu batang.

Dia menjelaskan, cengkeh merupakan komoditas rempah-rempah yang membutuhkan perhatian khusus dari petani karena proses tanamnya yang memakan waktu lama.

"Cengkeh proses tanamnya tiga tahun sudah bisa berbuah. Jadi, harus dijaga agar tidak mudah mati," kata Santiaji.

Dia menambahkan, potensi pendapatan yang didapat dari cengkeh sebesar Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu per kilogram, jika berkaca pada penjualan cengkeh di Sulawesi Selatan tahun ini. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan