Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera

Mentan Amran saat meninjau rehabilitasi lahan di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: dok tim media Bakom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian dan penguatan ketahanan pangan pascabencana di Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk menopang program swasembada pangan, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi masyarakat pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.

Fokus percepatan diarahkan pada produksi pangan yang layak secara ekologis, pengembangan kawasan pertanian sesuai karakteristik lahan, serta mendorong diversifikasi komoditas pangan melalui sistem produksi yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat meninjau rehabilitasi lahan di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/6).

Ia menekankan pentingnya langkah cepat seluruh pemangku kepentingan agar lahan yang rusak dapat segera kembali produktif.

Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal,

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Amran mengatakan pemerintah telah mengalokasikan bantuan lebih dari Rp 1 triliun untuk mempercepat pemulihan di tiga wilayah terdampak. Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan infrastruktur pertanian hingga dukungan sarana produksi bagi petani.

Baca juga:

DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak

Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Sebagai langkah jangka panjang, program pemulihan telah diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Skema yang disusun berorientasi pada peningkatan nilai tambah hasil pertanian, diversifikasi pangan, pengembangan pertanian berkelanjutan, penguatan koperasi, serta perluasan akses pasar yang inklusif.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan Renduk akan menjadi acuan utama pemerintah dalam mengawal seluruh proses pemulihan permanen, baik fisik maupun nonfisik, selama tiga tahun ke depan atau periode 2026-2028.

"Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR," ujar Tito seusai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5).

Baca juga:

Rapat Koordinasi Pimpinan DPR dengan Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera

Realisasi Bantuan Capai Rp 877 Miliar

Sebagai tahap awal implementasi program, Satgas PRR terus mempercepat penyaluran bantuan pertanian di tiga daerah terdampak.

Data Satgas PRR hingga akhir Mei 2026 menunjukkan realisasi bantuan pertanian telah mencapai Rp877,126 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk program rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, serta pembangunan jaringan irigasi.

Pada periode yang sama, capaian pemulihan lahan juga terus bertambah. Sebanyak 9.931 hektare sawah telah selesai direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah berharap percepatan rehabilitasi lahan pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. (Asp)

#Swasembada Pangan #Menteri Pertanian #Andi Amran Sulaiman #Tito Karnavian #Sumatra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Bulog memiliki stok yang cukup untuk memperkuat pasokan ke pasar. Stok beras Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Kabut Asap Mulai Datang, Bukittinggi Imbau Warganya Pakai Masker
Kabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi, diduga berasal dari titik panas di beberapa daerah Sumatra.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
 Kabut Asap Mulai Datang, Bukittinggi Imbau Warganya Pakai Masker
Indonesia
Karhutla Makin Jadi Perhatian, Pemerintah Pantau Pergerakan Asap hingga Lintas Negara
KLH/BPLH mengerahkan puluhan helikopter, pesawat, dan ribuan personel untuk menangani karhutla di Kalimantan dan Sumatera serta memantau asap lintas batas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Karhutla Makin Jadi Perhatian, Pemerintah Pantau Pergerakan Asap hingga Lintas Negara
Indonesia
2 Pesawat Maritim Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla Sumatra, Isi Ulang 6.000 Liter Air Hanya 12 Detik
Dua pesawat Bombardier CL-415MP milik APMM Malaysia membantu pemadaman karhutla di Sumatra. Kapasitas angkut 6.000 liter air, isi ulang hanya 12 detik, siklus penerbangan 7 menit.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
2 Pesawat Maritim Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla Sumatra, Isi Ulang 6.000 Liter Air Hanya 12 Detik
Indonesia
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH)
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Indonesia
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Langkah cepat dinilai penting agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang berujung pada terganggunya pelayanan publik. 

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Bagikan