MerahPutih.com - Kabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (DKK) mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan ISPU, masyarakat masih bisa beraktivitas di luar. Namun anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan disarankan mengurangi kegiatan luar ruangan. Jika sangat dibutuhkan, gunakan masker,
kata Kepala DKK Bukittinggi Ramli Andrian.
Baca juga:
Brunei Mulai Terserang Kabut Asap, Ribuan Titik Panas Kalimantan Muncul dalam 3 Hari
Dugaan Asal Kabut Asap yang Menyerbu Bukittinggi
Kabut asap di Bukittinggi diduga berasal dari titik panas di beberapa daerah Sumatra, seperti Sumatera Selatan, Jambi, Riau, serta wilayah perbatasan Sumbar (Lima Puluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya).
Namun, Ramli menambahkan kualitas udara saat ini bersifat sementara, terdapat kemungkinan membaik atau menurun tergantung pada pergerakan konsentrasi ISPU.
Pemantauan kualitas udara akan terus ditinjau dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi bersama pihak Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Kototabang.
Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini,
Kepala DKK Bukittinggi Ramli Andrian
Baca juga:
Ngarai Sianok Bukittinggi Geger Fenomena Tanah Bergerak, Warga Terpaksa Mengungsi
Fakta Seputar Kabut Asap Bukittinggi
Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sugeng Nugroho, menyebut konsentrasi PM2.5 di Bukittinggi mencapai 20,5 µg/m³ (kategori sedang) dengan maksimum 42 µg/m³.
Untuk 4 September 2026, prakiraan konsentrasi PM2.5 naik menjadi 35,8 µg/m³ (sedang) dengan maksimum 67,2 µg/m³ (tidak sehat) yang diperkirakan terjadi dini hari.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Bukittinggi, Sumatera Barat |
| Sumber Asap | Titik panas Sumsel, Jambi, Riau, perbatasan Sumbar |
| ISPU/PM2.5 | 20,5 µg/m³ (sedang), maksimum 42 µg/m³ |
| Prediksi 4 Sept | 35,8 µg/m³ (sedang), maksimum 67,2 µg/m³ (tidak sehat) |
| Kelompok Rentan | Anak-anak, lansia, penderita gangguan pernapasan |
| Imbauan Pemkot | Gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan |
| Pemantauan | GAW Bukit Kototabang + DKK Bukittinggi |
Meski kualitas udara masih dalam kategori sedang, Pemkot Bukittinggi menekankan pentingnya antisipasi dini. Masker bukan hanya simbol kewaspadaan, tapi perlindungan nyata dari partikel halus yang bisa memicu gangguan pernapasan. (*)