Kabut Asap Mulai Datang, Bukittinggi Imbau Warganya Pakai Masker

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
 Kabut Asap Mulai Datang, Bukittinggi Imbau Warganya Pakai Masker

Suasana berkabut asap di Kota Bukittinggi, Kamis (3/9). Pemerintah daerah setempat menyarankan pemakaian masker untuk antisipasi dampak penurunan kualitas udara yang saat ini terjadi akibat kebakaran lahan di sejumlah daerah di Pulau Sumatra. (ANTARA/HO/Pemkot Bukittinggi dan DKK Bukittinggi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (DKK) mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia, untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan ISPU, masyarakat masih bisa beraktivitas di luar. Namun anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan disarankan mengurangi kegiatan luar ruangan. Jika sangat dibutuhkan, gunakan masker,

kata Kepala DKK Bukittinggi Ramli Andrian.

Baca juga:

Brunei Mulai Terserang Kabut Asap, Ribuan Titik Panas Kalimantan Muncul dalam 3 Hari

Dugaan Asal Kabut Asap yang Menyerbu Bukittinggi

Kabut asap di Bukittinggi diduga berasal dari titik panas di beberapa daerah Sumatra, seperti Sumatera Selatan, Jambi, Riau, serta wilayah perbatasan Sumbar (Lima Puluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya).

Namun, Ramli menambahkan kualitas udara saat ini bersifat sementara, terdapat kemungkinan membaik atau menurun tergantung pada pergerakan konsentrasi ISPU.

Pemantauan kualitas udara akan terus ditinjau dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi bersama pihak Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Kototabang.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini,

Kepala DKK Bukittinggi Ramli Andrian

Baca juga:

Ngarai Sianok Bukittinggi Geger Fenomena Tanah Bergerak, Warga Terpaksa Mengungsi

Fakta Seputar Kabut Asap Bukittinggi

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sugeng Nugroho, menyebut konsentrasi PM2.5 di Bukittinggi mencapai 20,5 µg/m³ (kategori sedang) dengan maksimum 42 µg/m³.

Untuk 4 September 2026, prakiraan konsentrasi PM2.5 naik menjadi 35,8 µg/m³ (sedang) dengan maksimum 67,2 µg/m³ (tidak sehat) yang diperkirakan terjadi dini hari.

Fakta Utama Detail
Lokasi Bukittinggi, Sumatera Barat
Sumber Asap Titik panas Sumsel, Jambi, Riau, perbatasan Sumbar
ISPU/PM2.5 20,5 µg/m³ (sedang), maksimum 42 µg/m³
Prediksi 4 Sept 35,8 µg/m³ (sedang), maksimum 67,2 µg/m³ (tidak sehat)
Kelompok Rentan Anak-anak, lansia, penderita gangguan pernapasan
Imbauan Pemkot Gunakan masker, kurangi aktivitas luar ruangan
Pemantauan GAW Bukit Kototabang + DKK Bukittinggi

Meski kualitas udara masih dalam kategori sedang, Pemkot Bukittinggi menekankan pentingnya antisipasi dini. Masker bukan hanya simbol kewaspadaan, tapi perlindungan nyata dari partikel halus yang bisa memicu gangguan pernapasan. (*)

#Kabut Asap #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Sumatra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar,  Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
Indonesia
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Jumat (16/10).
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat
Indonesia
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut Polri mengusut 98 kasus karhutla dan mendalami dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Kapolri Usut 98 Kasus Karhutla, Ungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Asing
Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Tito Karnavian menjelaskan penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca untuk menangani karhutla di lahan gambut. Dry ice dimanfaatkan untuk bantu mengurangi asap.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Bagikan